Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Baru Dua Hari, Pendaftar BPUM Tahap Tiga Kudus Capai 1.266 Orang

Masyarakat melihat deretan persyaratan BPUM yang ditempel di Disnaker Perinkop dan UKM Kudus, Selasa (3/8/2021). (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Para pelaku usaha mikro di Kabupaten Kudus, antusias untuk mendapatkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahap ketiga ini. Terbukti, di hari kedua pembukaan pendaftaran, Selasa (3/8/2021) sekitar pukul 09.00 sudah ada 1.266 orang yang mendaftarkan usahanya.

Waktu pendaftaran calon penerima BPUM tahap ketiga ini sendiri dimulai sejak Senin (2/8/2021) dan berakhir Kamis (5/8/20210).

Antusiasme warga itu lebih tinggi ketimbang pada pendaftaran tahap sebelumnya, yakni 8.553 orang pada tahap pertama dan 2.127 orang di tahap kedua.

Melihat banyaknya pendaftar itu, Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati tetap melakukan verifikasi data pendaftar. Pihaknya nanti akan mengacu data dari Dinas Koperasi UKM Provinsi Jateng dan beberapa pihak terkait.

“Selain itu kami juga kroscek dengan pihak BRI terkait nama-nama pendaftar BPUM nya sudah ada yang daftar di tahap sebelumnya atau belum. Kalau nama pendaftarnya sudah pernah dapat tidak bisa dapat BPUM lagi,” kata Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati, Selasa (3/8/2021).

Upaya pencegahan itu dilakukan untuk mencegah terjadinya data ganda pada calon penerima BPUM tahap ketiga. Rini menyebut, masyarakat yang sudah pernah menerima BPUM di tahun yang sama dipastikan tidak bisa mendapatkan di tahap tiga ini. Karena dalam setahun hanya bisa menerima BPUM satu kali.

“Kalau yang sudah pernah dapat BPUM di tahun ini, tidak bisa dapat lagi di tahap ketiga ini,” ujarnya.

Nantinya, lanjut Rini, penerima BPUM bakal mendapatkan bantuan Rp 1,2 juta. Bantuan tersebut diharapkan bisa membantu UMKM terdampak Covid-19.

“Harapannya bisa membantu UMKM terdampak Covid-19. Semoga bisa bergeliat kembali,” harapnya.

Diketahui, ada beberapa ketentuan pelamar BPUM tahap tiga. Yakni WNI yang memiliki E-KTP dan KK berdomisili Kudus, memiliki usaha mikro yang dibuktikan dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kepala desa atau lurah.

Lalu, bukan ASN anggota TNI/Polri, merupakan pegawai BUMN atau BUMD, tidak sedang menerima KUR, BPUM diterima satu kali dalam setahun, dan bagi yang sudah dapat tidak diperbolehkan mendaftar kembali.

Setelah mendaftarkan diri lewat laman tersebut, pelaku UMKM juga menyerahkan berkas. Terdiri dari fotocopy E-KTP, fotocopy KK, NIB atau SKU dari desa atau kelurahan (asli), dan foto sedang melakukan kegiatan aktivitas usaha.

Pengumpulan berkas tersebut diserahkan selama hari kerja. Yakni Senin hingga Kamis pukul 08.00 sampai 14.30. Lalu, Jumat pukul 08.00 sampai 11.00.

Salah seorang pendaftar BPUM asal Desa Cendono Kudus, Anik Pasrami mengaku ikut serta karena usaha jualan ikan hiasnya sepi akibat pandemi Covid-19. Dia tertarik ikut agar mendapatkan bantuan untuk modal usahanya.

“Baru ikut BPUM yang tahap tiga ini. Karena usaha saya selama adanya PPKM ini sulit karena sepi pembeli,” imbuhnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...