Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Hindari Penerima BPUM Ganda, Ini yang Dilakukan Disnaker Perinkop dan UKM Kudus

Staf Disnaker Perinkop dan UKM Kudus menata berkas BPUM sesuai asal kecamatan pendaftar, Selasa (3/8/2021). (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahap tiga tahun 2021 sudah dibuka pada Senin (2/8/2021) dan berakhir Kamis (5/8/2021). Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi (Disnaker Perinkop) dan UKM Kabupaten Kudus berupaya mencegah adanya pendaftar BPUM ganda.

Upaya pencegahan itu dilakukan dengan verifikasi dengan mengacu data dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng. Selain itu, pihaknya juga memantau lewat laman web pendaftaran.

“Selain itu kami juga kroscek dengan pihak BRI terkait nama-nama pendaftar BPUM nya sudah ada yang daftar di tahap sebelumnya atau belum. Kalau nama pendaftarnya sudah pernah dapat tidak bisa dapat BPUM lagi,” kata Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati, Selasa (3/8/2021).

Rini mengatakan, masyarakat yang sudah pernah menerima BPUM di tahun yang sama dipastikan tidak bisa mendapatkan di tahap tiga ini. Karena dalam setahun hanya bisa menerima BPUM satu kali.

“Kalau yang sudah pernah dapat BPUM di tahun ini, tidak bisa dapat lagi di tahap ketiga ini,” ujarnya.

Hingga Selasa (3/8/2021) pukul 09.00, jumlah pendaftar BPUM tahap ketiga ada 1266 orang. Rini merincikan saat ini jumlah tersebut masih jauh dari jumlah pendaftar BPUM di dua edisi sebelumnya.

“Tahap pertama dulu ada total 8.553 pendaftar. Kemudian di tahap kedua ada 2.127 pendaftar,” ujarnya.

Nantinya, penerima BPUM bakal mendapatkan bantuan Rp 1,2 juta. Bantuan tersebut diharapkan bisa membantu UMKM terdampak Covid-19.

“Harapannya bisa membantu UMKM terdampak Covid-19. Semoga bisa bergeliat kembali,” harapnya.

Diketahui, ada beberapa ketentuan pelamar BPUM tahap tiga. Yakni WNI yang memiliki E-KTP dan KK berdomisili Kudus, memiliki usaha mikro yang dibuktikan dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kepala desa atau lurah.

Lalu, bukan ASN anggota TNI/Polri, merupakan pegawai BUMN atau BUMD, tidak sedang menerima KUR, BPUM diterima satu kali dalam setahun, dan bagi yang sudah dapat tidak diperbolehkan mendaftar kembali.

Setelah mendaftarkan diri lewat laman tersebut, pelaku UMKM juga menyerahkan berkas. Terdiri dari fotocopy E-KTP, fotocopy KK, NIB atau SKU dari desa atau kelurahan (asli), dan foto sedang melakukan kegiatan aktivitas usaha.

Pengumpulan berkas tersebut diserahkan selama hari kerja. Yakni Senin hingga Kamis pukul 08.00 sampai 14.30. Lalu, Jumat pukul 08.00 sampai 11.00.

Salah seorang pendaftar BPUM asal Desa Cendono Kudus, Anik Pasrami mengaku ikut serta karena usaha jualan ikan hiasnya sepi akibat pandemi Covid-19. Dia tertarik ikut agar mendapatkan bantuan untuk modal usahanya.

“Baru ikut BPUM yang tahap tiga ini. Karena usaha saya selama adanya PPKM ini sulit karena sepi pembeli,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...