Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

275 Pelamar CPNS dan PPPK di Kudus Tak Lolos Seleksi Administrasi

Ilustrasi (asn.id)

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 275 pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) nonguru dinyatakan tak lolos seleksi administrasi. Rinciannya, 151 pelamar dari CPNS dan 124 pelamar dari PPPK nonguru.

Jumlah pelamar CPNS di Kudus pada tahun ini sendiri adalah sebanyak 1.283 orang. Sementara jumlah pelamar PPPK nonguru sebanyak 197 orang.

“Kebanyakan dari mereka ada yang salah upload dokumen atau dokumennya tidak terbaca sehingga kami tidak bisa memverifikasi,” kata Kasubid Pengembangan Pegawai Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kudus Nur Zuhri, Selasa (3/8/2021).

Walau demikian, lanjut Zuhri, para peserta yang tidak lolos seleksi administrasi tersebut bisa melakukan penyanggahan ataupun perbaikan dokumen mulai Rabu (4/8/2021) besok hingga tiga hari ke depan.

“Di sistemnya telah diberikan keterangan dokumen apa yang salah upload atau kekurangannya, peserta bisa melampirkan ulang di sana,” katanya.

Hanya memang, ada sejumlah peserta tidak lolos seleksi administrasi yang tidak bisa melakukan penyanggahan. Terlebih jika kesalahannya adalah tidak sesuai kualifikasi pendidikan.

“Serta masa kerjanya kurang dari tiga tahun untuk pelamar jabatan PPPK nonguru,” ujarnya.

Zuhri pun menambahkan jika pelamar CPNS dan PPPK nonguru tahun ini terbilang sedikit. Selain karena jumlah formasi yang dibuka sedikit, sejumlah faktor lainnya ditengarai jadi penyebabnya.

“Jadi semisal formasi A di Kudus dibukanya di PPPK sementara di daerah lain dibuka di formasi CPNS, maka mereka akan cenderung memilih ke CPNS di daerah lain,” tandasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Kudus mendapat alokasi formasi PPPK dan CPNS dari Pemerintah pusat sebanyak 496 lowongan. Rinciannya, adalah sebanyak 474 tenaga PPPK dan 22 lowongan CPNS.

Untuk tenaga PPPK terdiri dari 415 guru, kemudian tenaga kesehatan sebanyak 49 lowongan, dan tenaga teknis sebanyak sepuluh orang.

Sementara untuk lowongan CPNS, terdiri dari lima lowongan tenaga kesehatan dan 17 lowongan tenaga teknis.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...