Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Lesatan Ekspor Mebel Jepara Dianggap Angin Surga dari Perang Dagang AS-China

Pengukir relief di salah satu pembuat mebel skala kecil di Kecamatan Bangsri, Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Meski pandemi Covid-19 masih berlangsung, ekspor mebel dari Jepara mengalami tren bagus, bahkan cenderung melesat. Tetapi, oleh Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HMKI) menilai tren itu hanya angin surga sesaat.

Ketua HMKI Kabupaten Jepara, Maskur Aulia menyatakan, saat ini memang terjadi peningkatan order mebel. Hal itu dikarenakan adanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China.

Dampaknya, jika yang dulu kebutuhan barang furniture disuplai China, saat ini pasti berkurang di Amerika Serikat. Sehingga, importir dari AS pasti akan mencari suplayer yang lain. Salah satunya yaitu Indonesia.

“Kita di masa pandemi ini, kita dapat angin surga sebenarnya. Karena peningkatan order ini luar biasa,” kata Maskur, Selasa (3/8/2021).

Ia menyebut, secara nasional, pada tri wulan pertama ada kenaikan ekspor furniture sekitar 18 persen. Totalnya ekspor mebel nilainya menembus 380 juta dolar AS. Untuk triwulan berikutnya, dirinya memprediksi kenaikannya bisa mencapai 20 persen.

Sejak Januari hingga Juni 2021, negara tujuan ekspor mebel paling besar adalah AS. Totalnya mencapai 52,8 persen.

Kemudian diikuti Jepang dengan total 7,4 persen. Lalu disusul Belanda, Jerman, Belgia, Australia, Inggris, Perancis, Korea Selatan, Malaysia, dan sejumlah negara lain.

“(Negara tujuan ekspor, red) Eropa dan AS masih aman. Ada sekitar 124 negara ambil barang (mebel, red) dari Jepara. Inggris misalnya, lumayan kuat,” ujar Maskur.

Menurutnya, tahun lalu nilai ekspor mebel dari Jepara minus 14,60 persen. Nilainya 331 juta dolar AS. Jumlah negara tujuan sebanyak 95 persen.

“Saat ini Amerika Serikat pendongkrak yang paling positif. Terjadi kekosongan supply di pasar AS. Ini kesempatan yang bisa kita ambil untuk bisa tingkatkan kapasitas market AS,” pungkas Maskur.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...