Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kasus Aktif Corona di Kudus Tersisa 216 Orang, Hanya 69 Pasien Dirawat

Petugas medis RSUD Kudus saat keluar dari ruang isolasi. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Jumlah pasien aktif Covid-19 di Kabupaten Kudus kini tersisa sebanyak 216 orang. Dengan rincian sebanyak 69 pasien dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan, dan 147 pasien lainnya menjalani isolasi mandiri.

Sementara secara total, kasus corona di Kudus tercatat sudah ada sebanyak 16.260 orang.

”Namun jumlah pasien sembuh sudah ada sebanyak 14.758 orang. Sedangkan pasien meninggalnya 1.286 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo, Selasa (3/8/2021).

Jumlah tersebut, lanjut Badai, telah menurun jauh dibandingkan puncak kasus pada pertengahan Juni 2021 lalu. Di mana angka tertinggi saat itu adalah sebanyak 2.342 pasien.

Kasus harian tertinggi kala itu mencapai 479 orang terkonfirmasi positif Covid-19, dan positivity rate menembus angka 60 persen.

Namun, pihaknya memastikan tak ada penurunan pada kuantitas tracing atau penelusuruan kontak untuk menemukan kasus baru Covid-19 di Kota Kretek. Skala perbandingannya pun dipastikan masih sama.

“Skalanya masih sama, bisa satu banding lima atau satu banding sepuluh,” kata Badai.

Jumlah total orang yang dites sendiri, per harinya masih berada di angka 400 hingga 600 orang atau spesimen. Dengan positivity rate di bawah lima persen.

“Kudus sudah turun jauh untuk angka positifnya, walau memang masih ditemukan kasus baru,” jelas dia.

Walau demikian, Badai berharap masyarakat tak mengendurkan penerapan protokol kesehatan 5M. Mulai dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Dengan begitu penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kudus bisa ditekan semaksimal mungkin.

“Ini jadi perhatian kita bersama, karena untuk menurunkannya perlu sinergitas baik dari masyarakat, pemerintah, dan unsur-unsur lainnya,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...