Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Polisi Bongkar Makam Korban Pengeroyokan di Jepara

Dokter Forensik Polda Jawa Tengah membongkar makam korban pengeroyokan untuk autopsi. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jepara Senin (2/8/2021) hari ini melakukan pembongkaran makam Subroto (42), korban pengeroyokan yang terjadi di Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri, Jepara. Pembongkaran itu dilakukan untuk melakukan autopsi.

Bau anyir menyeruak saat tukang gali kubur berhasil membongkar pusara Subroto. Puluhan orang datang ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Slentreng, Desa Bangsri.

Mereka ingin melihat langsung proses autopsi. Proses autopsi dijaga ketat puluhan aparat dan area makam ditutup. Makam itu dibongkar setelah mayat dimakamkan sepuluh hari lalu.

Hampir dua jam lebih kedokteran forensik Polda Jawa Tengah melakukan autopsi jenazah itu. Autopsi tersebut dilakukan setelah pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

“Keluarga korban ada kecurigaan kenapa korban ini meninggal dunia. Awalnya didapat keterangan bahwa korban ini kecelakaan. Namun, setelah dilakukan pemulasaraan, diketahui ada beberapa luka di bagian wajah dan kepala korban,” ungkap Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Fachrur Rozi.

Kemudian, lanjut Rozi, setelah dicari informasi lagi, ternyata ada korban lain, yang merupakan korban pengeroyokan.

“Kita, penyidik, ingin mengetahui. Apakah kematian korban akibat peristiwa itu (pengeroyokan, red) atau tidak,” ujarnya.

Baca: Seorang Pemuda di Jepara Meninggal Setelah Dikeroyok Sekelompok Pemabuk

Meskipun demikian, pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait hasil autopsi itu. Rozi menyatakan masih akan menunggu hasilnya dari dokter forensik Polda Jawa Tengah.

Rozi menegaskan, apabila hasil forensik nantinya menunjukkan fakta bahwa kematian itu akibat pengeroyokan, maka tersangka terancam hukuman sampai 12 tahun.

Namun, jika hasilnya hanya luka-luka atau luka berat, maka terancam hukuman 9 tahun penjara. Hukuman itu sesuai dengan Pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...