Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Seorang Pemuda di Jepara Meninggal Setelah Dikeroyok Sekelompok Pemabuk

Proses pemakaman jenazah Subroto di Pemakaman Umum Slentreng, Desa Bangsri, Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Seorang warga di Jepara tewas setelah dikeroyok sekelompok orang, sehabis pesta miras. Selain membuat seorang meninggal, aksi pengeroyokan itu juga membuat tiga orang lain luka-luka.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jepara tengah mengusut kasus ini. Pelaku pengeroyokan diperkirakan sepuluh orang, dan beberapa di antaranya telah diamankan polisi.

Kasatreskrim Polres Jepara , AKP Fachrur Rozi, menjelaskan, peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Minggu (18/7/2021). Tepatnya di RT 7/RW 15 Dukuh Pelemsari Turut, Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri, Jepara.

Rozi mengatakan, peristiwa pengeroyokan itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Tepatnya di kebun warga. Empat orang jadi korban. Satu di antaranya meninggal dunia.

“Yang meninggal dunia Subroto (42), warga Desa Bangsri Kecamatan Bangsri. Dia meninggal dunia lima hari setelah dikeroyok,” kata Rozi, Senin (2/8/2021).

Sementara tiga korban luka yakni Muhammad Adi Saputra (20), warga Desa Tengguli, ia mengalami luka robek di bagian kepala atas dan luka memar di bagian punggung.

Kemudian, Abdul Gofar (26)  warga Desa Tengguli Dukuh Kemlokomanis, mengalami luka robek di bagian kepala atas. Serta Riko Prasetya (24) warga Desa Guyangan, mengalami luka memar di bagian wajah dan punggung.

Terkait kronologi, Rozi menjelaskan peristiwa itu bermula, sekitar pukul 18.00 WIB, salah satu pelaku bernama M Ulumuddin alias Kribo bersama teman-temannya, nongkrong di jalan kecil dekat kebun pohon sengon.

Mereka mabuk-mabukan dengan menenggak minumal beralkohol jenis ginseng. Berjarak 100 meter dari situ, ada kelompok korban Subroto, yang juga sedang mabuk-mabukan.

Sekitar pukul 20.30 WIB, Kribo dan teman-temannya pindah lokasi ke dekat jembatan. Kebetulan, kelompoknya memiliki masalah dengan salah satu anggota kelompok Subroto.

Karena terpengaruh alkohol, kelompok Kribo mendatangi kelompok Subroto. Mereka membawa beberapa batang kayu sengon langsung mengeroyok kelompok Subroto.

Karena situasinya gelap, mereka menyerang secara acak. Hingga mengakibatkan kelompok Subroto mengalami luka-luka cukup serius. “lima hari setelah kejadian itu Subroto meninggal dunia,” jelas Rozi.

Kini, pihak Satreskrim Polres Jepara sedang mengusut lebih dalam duduk perkara peristiwa itu.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.