Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ketimbang Jakarta, Penurunan Tanah di Pesisir Demak, Semarang dan Kota Pekalongan Lebih Mengkhawatirkan

Sejumlah kendaraan nekat menerjang genangan banjir di Jalan Kaligawe Semarang, 5 Februari 2018 lalu. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Bandung – Ketua Lembaga Riset Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITA) Heri Andresa menyebutkan potensi tenggelamnya Kota Pekalongan, Semarang dan wilayah Pesisir Demak mengkhawatirkan.

Menurutnya, laju penurunan tanah di tiga wilayah itu mengkhawatirkan dan lebih besar potensinya dari Jakarta.

Menurut Heri, yang juga menjabat sebagai Ketua Lab Geodesi ITB, pembangunan tanggul dan penataan pesisir bisa menjadi salah satu upaya untuk mencegah Jakarta tenggelam.

“Jadi (ucapan Biden itu) bisa diprediksi iya. Tetapi terbukti tidaknya ya belum tentu terbukti. Karena di tengah jalan pasti ada upaya intervensi yg dilakukan, contohnya membangun tanggul pantai dan laut, lalu mengurangi laju penurunan tanah dengan substitusi air Tanah dengan pipanisasi,” ujar Heri kepada detik.com, Senin (2/8/2021).

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyinggung soal potensi tenggelamnya Jakarta. Heri juga mengamini ucapan Biden tersebut, namun dari hasil kajian ilmiah ditemukan fakta bahwa laju penurunan tanah di Jakarta makin melambat.

Justru, lanjut Heri, wilayah di Kota Pekalongan, Semarang dan Pesisir Demak yang mengalami laju penurunan tanah yang mengkhawatirkan. Lembaga Riset IA-ITB pun, dikatakannya, kini lebih memprioritaskan risetnya pada daerah-daerah tersebut.

“Area-area yang berada di bawah laut lebih luas dari Jakarta. Dalam 10 tahun ke depan jika tidak ada upaya manajemen risiko yang baik, maka prediksi tenggelamnya wilayah-wilayah ini akan lebih pasti dibandingkan Jakarta,” ujarnya.

Heri menjelaskan di Indonesia saat ini terdapat 112 Kabupaten/Kota yang mempunyai risiko untuk tenggelam. Potensinya sudah jelas dari data-data pengukuran.

“Belumlah terlambat untuk mencegah tenggelamnya wilayah-wilayah ini termasuk Jakarta,” ucap Heri.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...