Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Diluncurkan Per 1 Agustus, Program 1.000 Gerai Vaksinasi Kota Tegal Bisa Layani Orang Luar Kota

Tenaga kesehatan (nakes) menyuntikkan vaksin Covid-19. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Tegal – Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal resmi meluncurkan program 1.000 gerai vaksinasi Covid-19 sejak Minggu (1/8/2021) kemarin. Program yang digagas Wali Kota Dedy Yon Supriyono ini dipastikan bisa dinikmati warga asal luar kota.

Gerai-gerai tersebut di antaranya di Gor Wisanggeni yang diperuntukan bagi warga Kota Tegal dan di Gedung Birao yang diperuntukan khusus warga Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pemalang.

Dikutip dari Ayosemarang.com, antusiasme warga untuk mengikuti vaksinasi terlihat sejak hari pertama. Di Gedung Birao, gerai tersebut diserbu warga dari luar Kota Tegal sejak pagi tadi. Bahkan, tercatat ada 400 orang yang sudah disuntik vaksin Covid-19.

Seorang warga dari Kabupaten Tegal, Syaekhun Imron (24) mengatakan, ia rela antre sejak pagi agar bisa mengikuti vaksinasi di Gedug Birao Tegal.

”Alhamdulillah bisa vaksin di sini. Syaratnya juga mudah, cuma bawa KTP saja. Baguslah ini untuk mempermudah masyarakat, karena jarang ada layanan vaksin seperti ini”, katanya.

Ia berharap, vaksin Covid-19 tersebut dapat meningkatkan imunitas tubuh agar tidak mudah terpapar Covid-19, sehingga bisa memberikan aman kepada diri sendiri, keluarga dan orang sekitar.

Dedy Yon mengatakan, program 1.000 gerai vaksinasi Covid-19 tersebut akan berlangsung selama 3 bulan ke depan, di mana tujuannya untuk mempercepat capaian vaksinasi di Kota Tegal.

”Ini ikhtiar kita bersama dalam menekan angka penyebaran Covid-19. Di samping vaksinasi, masyarakat juga jangan kendor untuk menerapkan 5M dan selalu menjaga kesehatan,” ucapnya.

Ia sendiri menargetkan, melalui program 1.000 gerai vaksinasi tersebut capaian vaksinasi bisa mencapai 95% pada Oktober 2021. Sementara capaian sampai saat ini sudah mencapai 50%.

Harapannya capaian bisa sampai 95%. Karena yang 5% adalah masyarakat yang tidak bisa divaksin karena beberapa faktor. Misal tidak layak secara permanen atau tertunda karena penyakit, tuturnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Ayosemarang.com

Comments
Loading...