Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemuda atau Mahasiswa Diajak Melangkah Konkret Cinta Tanah Air dan Bela Negara

Kepala Unit Keamanan Khusus Satintelkam Polres Kudus Iptu Subkhan menjadi pemateri dalam seminar kebangsaan (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Kepala Unit Keamanan Khusus Satintelkam Polres Kudus Iptu Subkhan mengajak mahasiswa dan para pemuda menunjukan langkah konkret untuk menunjukan rasa cinta tanah air dan bela negara.

Ajakan itu disampaikannya saat menjadi pemateri Webinar Kebangsaan yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kudus, Sabtu (31/7/2021). Webinar yang juga sebagai Silatwil BEM PTM Zona IV Jateng dan DIY itu, mengusung tema peran pemuda dalam membangun ketahanan nasional untuk Indonesia berkeadilan.

Di acara itu, Iptu Subkhan mengatakan, dimasa pandemi Covid-19 yang belum berakhir, terdapat problematika bangsa. Seperti munculnya pihak yang menggiring opini masyarakat, untuk merongrong kewibawaan pemerintah serta memecah belah persatuan dan kesatuan melalui propaganda dalam bentuk menyebarluaskan hoaks.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama, khususnya generasi muda atau mahasiswa. Untuk memerankan dirinya sebagai generasi penerus, generasi pengganti dan generasi pembaharu. Stigma pemuda yang idealis, belum terkotori kepentingan pribadi, belum terbebani beban sejarah dan menjadikannya bebas menempatkan diri pada posisi baik,” katanya.

Disadari atau tidak, lanjutnya, saat ini, banyak pihak yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan kekuatan pemuda di era millennial. Di mana, 70,4 persen di antara mereka mengakses media, 94,4 persen terkoneksi internet, 98,2 persen menggunakan handphone dan 79 persen membuka smartphone satu menit setelah bangun tidur.

“Dengan memberikan konten media sosial yang sifatnya membenturkan negara dan agama menjadi isu utama dan membuat generasi muda terkikis rasa cinta tanah ari dan sikap bela negara,” ucapnya.

Sebagai agent of change sekaligus, direct of change yang tercatat dalam sebuah bangsa, pemuda harus memiliki peran, yakni, memberi perubahan sosial suatu negara sebagian besar dipicu dan dipelopori gerakan pemuda.

“Gerakan pemuda tidak pernah absen dalam menanggapi terjadinya perubahan tatanan  terutama terhadap ketidakadilan, pembodohan, dan penindasan hak rakyat,” jelasnya

Untuk itu, sangatlah dibutuhkan peran pemuda atau mahasiswa menguasai media sosial. Untuk memberikan kontra narasi terhadap propaganda dan hoaks yang berkembang serta menjelaskan nilai-nilai pancasila, hingga semangat kebangsaaan.

“Harus dalam perbuatan konkret  dan tidak sekedar konsep atau teoritis. Pupuk terus rasaca cinta tanah air dan bela negara serta bersuaralah di semua dunia untuk kebaikan. Dimulai dengan ikut membantu menyelesaikan masalah di sekitar, tapi saat tidak bisa janganlah menyumbang masalah baru,” tandanya.

Ditempat yang sama, Harso Widodo, A.P selaku Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Kudus menyampaikan materi berjudul strategi penerapan protokol kesehatan sebagai wujud kolaborasi memulihkan Kabupaten Kudus di masa pandemi covid-19.

Startegi itu adalah dengan penegakan protokol kesehatan yang menjadi jalan tengah antara kepentingan kesehatan dan kepentingan ekonomi dalam penanggulangan covid-19.  Sedangkan Any Rosiana, M.Ns., M.Kep., Sp.Kep.J selaku Wakil Rektor Universitas Muhamadiyah Kudus menyampaikan materi berjudul peran tenaga kesehatan dalam menghadapi problematika bangsa.

 

Reporter : Yuda Auliya Rahman
Ediror: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...