Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Geger Satu Set Tabung Oksigen Rp 6,8 Juta di Pekalongan, Polda Jateng Turun Tangan

Proses pengisian tabung oksigen di KRI dr Soeharso-990. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Solo – Beredarnya kabar penjualan satu set tabung oksigen satu meter kubik yang mencapai Rp 6,8 juta di Kabupaten Pekalongan menyita perhatian Polda Jateng.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy bahkan memastikan bakal bertindak tegas kepada pelaku yang memainkan harga tidak wajar. Hal ini lantaran, oksigen tersebut sangat diperlukan untuk perawatan, khususnya pasien Covid-19.

“Kami masih melakukan penyelidikan, jika memang ditemukan ada yang menjual oksigen dengan harga tinggi akan kami tindak,” katanya seperti dikutip detik,com, Sabtu (31/7/2021).

Iqbal menjelaskan, Polres Pekalongan telah mengecek ke penjual satu set oksigen seharga Rp 6,8 juta itu. Dari situ diketahui sang penjual merupakan Apotek Gema Farma. Pihak apotek pun menyampaikan rincian harga.

Dalam rincian tersebut, harga Rp 6,8 juta itu untuk pembelian satu unit oksigen beserta regulatornya dan bukan untuk satu oksigen.

Rinciannya, kata Iqbal, yakni satu unit oksigen dengan harga Rp 4,5 juta dan satu unit regulator harga Rp 2,1 juta. Harga itu, belum sampai di apotek yang terakhir menjualnya seharga Rp 6,8 juta.

Harga satu set tabung oksigen ukuran 1 meter kubik di Pekalongan sempat capai Rp 6,8 juta. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)

“Jadi harga itu dari distributor di Jakarta, kemudian masuk ke agen, dan pindah ke agen lagi baru ke apotek. Selisihnya Rp 200 ribu,” ucapnya.

Iqbal menegaskan, pihaknya akan menindak tegas jika memang ada penimbun atau penjual oksigen dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET). Dalam kasus ini, pihaknya tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap kejadian sebenarnya.

Sebelumnya, publik digegerkan dengan cerita warga Pekalongan yang membeli satu set tabung oksigen satu kubik senilai Rp 6,8 juta di masa pandemi covid-19 ini. Dari pihak pemilik apotek sendiri mengakui dirinya menjual harga tertinggi tersebut pada tanggal 19 Juli 2021 lalu.

Pemilik apotek berdalih menjual harga tinggi karena mendapatkan tabung oksigen sudah dalam harga yang tinggi.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyebut harga satu set oksigen satu kubik senilai Rp 6,8 juta itu tidak wajar. Pihaknya pun bakal memastikan menindak tegas pedagang nakal yang menetapkan harga di atas harga pasaran.

“Kita sudah ingatkan juga (apotek). Saya minta pada khususnya kepala dinas kesehatan untuk menghimbau semua yang nanti pasang harganya tinggi, yang tidak masuk akal, kita bisa tindak tegas. Harga sebenarnya sudah ada standarnya mengikuti dari pusat,” kata Fadia Arafiq.

“Kalau soal covid dan memanfaatkan situasi covid ini, kita tindak tegas,” tegas Fadia.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...