Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Cerita Korban Dugaan Investasi Bodong di Mlonggo Jepara: Dirayu Adik Lalu Gadaikan BPKB Mobil

Salah satu korban dugaan investasi bodong berinisial S saat mendatangi rumah YA di Mlonggo Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Banyak cerita ironis dari para korban dugaan investasi bodong di Kecamatan Mlonggo, Jepara. Dari yang tidak tahu seluk beluk investasinya, hingga ada yang nekad menggadaikan barang berharga.

Jumat (30/7/2021) malam tadi, sekitar pukul 20.00 WIB, seorang ibu-ibu berinisial S mendatangi rumah YA (20). Dia mencoba mencari informasi tentang kebenaran dugaan investasi bodong yang ia ikuti tersebut.

Perempuan yang tinggal di Desa Srobyong, Jepara, itu menjadi satu dari 500 lebih korban dugaan investasi bodong yang dijalankan YA. Tak tanggung-tanggung, nilai kerugian ditaksir lebih dari Rp 4 miliar.

Ibu rumah tangga itu menjelaskan, adiknya lah yang telah berhasil membujuknya ikut investasi itu. Sebab, adiknya sudah menikmati hasil investasinya dalam sebulan terakhir. Saat dibujuk, dia sedang terlilit utang.

Wis ayo. Aku sing wis jalani. Sapa reti iso junjat keadaane awak dewe. Duwemu apa gadekno. Mek-meko utang. (Sudah ayo. Aku yang sudah menjalani. Siapa tahu bisa mengangkat kondisi kita. Yang kamu miliki apa gadaikan. Carilah utang),” kata S menirukan ucapan sang adik saat membujuknya.

Setelah terpengaruh rayuan itu, kemudian dia nekat menggadaikan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) mobilnya. Setelah itu, uang yang disetorkan melalui adiknya kepada YA senilai Rp 8 juta. Ditambah setoran anaknya sebesar Rp 2,2 juta.

Baca: Korban Dugaan Investasi Bodong di Mlonggo Jepara Diperkirakan 500 Orang Lebih

Pada Jumat (20/7/2021) lalu, uang itu diceburkan ke dalam investasi yang diduga bodong tersebut. Dijanjikan, dalam sepuluh hari, setiap Rp 3 juta akan cair menjadi Rp 4 juta. “Mestinya keluar tanggal 31 (Juli 2021, red) ini,” ujar dia.

Yang lebih ironis lagi yakni S sama sekali tidak mengenal YA. Dia juga tidak diberi tahu adiknya tentang usaha apa yang dijalankan dalam bisnis tersebut.

Tetapi dia yakin dengan adiknya yang sudah berhasil mendapatkan uang dari investasi itu. Jumat (20/7/2021) lalu, dia memastikan kalau adiknya berhasil mencairkan Rp 17 juta.

“Kemudian Rp 17 juta itu diinves lagi. Dan sampai sekarang sama belum cair,” terangnya.

Baca: Dugaan Investasi Bodong di Mlonggo Jepara: Pelaku Sembunyi, Reseller Kelimpungan

Dirinya juga mengakui bahwa saat menyeburkan uangnya itu, suaminya tidak memberikan izin sama sekali. Tetapi dia memaksakan diri dengan diam-diam menggadaikan BPKB mobilnya itu.

“Saya malu. Masalahnya suami tidak boleh. Istilahnya saya nyolong laku (bertindak tanpa sepengetahuan suami, red). Istilahnya takut,” pungkasnya.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...