Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Klub Ogah Lepas Pemain ke Olimpiade 2020, Dituding Jadi Alasan Prancis Tersingkir

Adre Pierre Gignac sebut sikap klub-klub Ligue 1 jadi penyebab Prancis tersingkir di Olimpiade 2020. (Instagram/@10apg)

MURIANEWS, Paris- Tersingkirnya tim sepak bola Prancis dari arena Olimpiade 2020 Tokyo, masih menjadi pembicaraan di Prancis. Kapten Tim Olimpiade Prancis, Adre Pierre Gignac, berkeluh kesah mengenai kegagalan timnya itu.

Prancis harus pulang lebih dini dari cabang sepak bola pria Olimpiade, setelah hanya menang sekali dalam dalam tiga kali pertandingan penyisihan grup. Melawan Meksiko, mereka kalah 1-4, lalu menang 3-2 dari Afrika Selatan dan kalah telak 0-4 dari Jepang.

Hasil ini membuat Prancis hanya mampu bertengger di peringkat ke-3 di bawah Jepang dan Meksiko. Mereka harus mengubur impian untuk bisa lolos ke 8 besar.

Kapten Tim Andre Pierre Gignac yang nampaknya sangat kecewa melontarkan kritikannya kepada sejumlah klub Prancis. Pasalnya beberapa klub Prancis tidak mengijinkan pemainnya untuk berangkat ke Olimpiade Tokyo 2020.

Di Olimpiade 2020 Tokyo ini sebenarnya menjadi momentum yang baik bagi Prancis untuk menorehkan prestasi. Sebab sejak Olimpiade 1996 di Atalanta, Prancis selalu gagal menembus putran final Olimpiade.

Kegagalan ini menurut Piere Gignac, salah satunya dikarenakan klub-klub Ligue 1 tidak mau melepas pemainnya untuk membela Prancis di Olimpiade. Sikap klub-klub ini disebut Gignac menjadi salah satu penyebab, jika akhirnya Prancis tersingkir.

Kritikan, atau mungkin sebuah sindirian, akhirnya dipasang Andre Pierre Gignac di akun twitternya Jum’at (30/7/2021). Melalui cuitannya di Twitter, Gignac memang terkesan sangat kecewa dengan kegagalan timnya.

“Pertandingan adalah pengalaman unik untuk dijalani. Tidak, terima kasih kepada beberapa klub Prancis,” demikian cucitannya di akun Twitter.

“Saya berharap pada 2024 mentalitas akan berubah dan kami bisa meraih emas di kandang sendiri di Prancis,” tambahnya.

Meski cuitanya tersirat sangat merasa ‘terluka’, Striker Tim Prancis di Olimpiade 2020 Tokyo ini juga memberikan respecknya kepada rekan-rekannya se-Tim. Gignac menyampaikan rasa terima kasihnya. Juga kepada pelatih Tim Prancis di Olimpiade 2020 Tokyo.

Pelatih Prancis U-23 yang berlaga di Olimpiade Tokyo 2020, Sylvain Ripoll sendiri menjadi ‘bulan-bulanan’ di Prancis, usai gagal membawa timnya ke babak 8 besar. Pelatih ini dihujat bersama wakil Presiden FFF (Federasi Sepak Bola Prancis), Noel Le Graet. Namun sejauh ini posisinya belum diganti.

“Dia (Sylvian Ripoll-red) mengalami kesulitan membuat tim ini (Tim Prancis U-23-rd). Juga Marc (Keller), mereka telah membangun tim di menit terakhir ,” belanya.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: L’equipe

Comments
Loading...