Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ratusan Warga Binaan Lapas Pati Disuntik Vaksin usai Sembilan Napi Sempat Terpapar Covid

Nakes memeriksa napi yang hendak disuntik vaksin. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Sebanyak 318 narapidana (Napi) lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati mulai disuntik vaksin sinovac dosis pertama, Jumat (30/7/2021). Hal ini menyusul setelah adanya sembilan napi yang terpapar Covid-19 belum lama ini.

Kepala Lapas Pati Febie Dwi Hartanto mengatakan, sebenarnya untuk jumlah warga binaan sendiri ada sebanyak 348 orang. Tetapi yang dilakukan penyuntikan vaksin hanya 318 orang.

Sementara 30 yang lainnya tidak bisa dilakukan penyuntikan lantaran mempunyai riwayat penyakit jantung, stroke dan penyakit penyerta lainnya.

“Sebelum penyuntikan, dilakukan skrining dulu, apakah yang bersangkutan mempunyai riwayat penyakit lain atau tidak. Kebetulan yang tidak bisa divaksin ada 30 orang. Ada juga yang tidak divaksin lantaran baru saja sembuh dari Covid-19,” katanya.

Menurutnya, vaksinasi bagi warga binaan ini sangat penting, karena mereka hidup berkelompok dalam sel. Apabila imunitas tidak kuat, akan sangat mudah tertular Covid-19.

“Karena itu, kami bekerja sama dengan Polres Pati untuk mendukung vaksinasi bagi warga binaan ini. Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar,” imbuhnya.

Dia membenarkan bahwa sebelumnya memang ada sembilan warga binaan yang terpapar Covid-19. Salah satu diantaranya bahkan ada yang diisolasi di RSUD Soewondo lantaran mempunyai penyakit penyerta. Namun, saat ini sembilan napi tersebut sudah dinyatakan negatif dari Covid-19.

“Dengan suntik vaksin ini, tentunya nanti dapat mencegah penularan Covid-19. Kami juga mendukung percepatan vaksinasi yang digalakkan oleh pemerintah,” terangnya.

Usia dilakukan vaksin, warga binaan dalam keseharian juga dianjurkan untuk menerapkan protokol kesehatan ketat. Meskipun mereka tidak keluar lapas, tetapi interaksi dengan pengunjung juga dapat menimbulkan risiko penularan. Sehingga, untuk interaksi secara langsung dengan pengunjung pun sudah dibatasi.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...