Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sudah Tiga Bulan RSUD Kartini Jepara Belum Klaim Pembayaran Tes PCR

Pelaku perjalanan diswab petugas kesehatan di pos penyekatan pemudik di Welahan Jepara, beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – RSUD RA Kartini Kabupaten Jepara dalam tiga bulan terakhir belum mengajukan klaim pembiayaan tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Akibatnya, anggarannya pun masih mengendap di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara.

Kepala Bidang Penunjang Medic RSUD Kartini Nur Cholis menyebut, dalam sehari bisa melakukan pembacaaan paling tidak 300 sampel.

Sebagai informasi, untuk membaca satu sampel dalam PCR, pemerintah pusat membandrolnya dengan harga Rp 900 ribu. Di Kota Ukir hanya RSUD RA Kartini yang bisa melakukan pembacaan sampel melalui PCR.

Di Jepara, jika warga secara mandiri melakukan tes PCR, biayanya di RSUD RA Kartini sebesar Rp 900 ribu. Rinciannya, Rp 200 ribu untuk tes swab, dan Rp 700 ribu untuk biaya pembacaan sampel.

Sementara itu, jika yang melakukan tes PCR pemerintah, pihak rumah sakit hanya menerima Rp 45 ribu untuk satu kali pembacaan sampel. Sebab, bahan dan alatnya hasil pemberian DKK Jepara.

“Jadi Rp 45 ribu itu untuk membantu biaya operasional rumah sakit. Seperti membantu pembiayaan listrik. Sehari bisa (membaca sampel, red) 180 sampai 386,” kata Nur Cholis, Kamis (29/7/2021).

Pihaknya mengatakan, klaim pembayaran tes PCR yang sudah diajukan pihak rumah sakit baru sampai April 2021. Sementara, sejak Mei hingga sekarang belum mengajukan klaim pembayaran.

Rata-rata, dalam satu bulan klaim yang diajukan mencapai Rp 290 juta. Namun, angka itu bisa naik dan turun tergantung jumlah sampel yang dibaca.

Terpisah, Kepala DKK Jepara Mudrikatun menyebut, dalam satu bulan sampel yang dibaca melalui PCR di RSUD RA Kartini berkisar di angka 3.000.

“Yang sudah dibayar baru untuk bulan awal-awal tahun. Kalau tidak ada pengajuan, ya kami tidak bisa mengeluarkan,” terang Mudrikatun.

Mudrikatun menambahkan, pihaknya hanya akan membayar jika sampel dibaca mesin PCR yang dimiliki RSUD RA Kartini. Namun, jika sampel itu dibawa ke rumah sakit luar daerah, DKK Jepara tidak mengeluarkan biaya untuk pembacaan sampel itu.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...