Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pimpinan Dua Oknum TNI AU Penginjak Kepala Warga Sipil di Papua Dicopot

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (Dok. SETKAB)

MURIANEWS, Jakarta – Dua pimpinan TNI AU di Merauke, Papua dipecat buntut dari kasus oknum TNI AU injak kepala warga sipil Merauke, Papua. Mereka yang dipecat adalah Komandan Lanud (Danlanud) dan Komandan Satuan Polisi Militer (Dansatpom).

Diberitakan sebelumnya, beredar video berdurasi 1.20 menit aksi seorang oknum prajurit TNI AU menginjak kepala seorang warga sipil Papua. Peristiwa ini terjadi di Merauke, Senin (26/7) siang. Saat itu, dua petugas TNI AU menangani seorang sipil yang diduga sedang mabuk, menurut versi TNI AU.

Dalam video terekam seorang prajurit yang sedang mengunci tangan warga sipil itu hingga tersungkur.  Satu prajurit lain menginjak kepala warga tersebut. Aksi ini terekam dalam video berdurasi 1.20 menit dan viral di media sosial.

Baca Juga: Oknum Prajurit TNI AU Injak Kepala Warga Sipil Papua, Sejumlah Aktivis HAM Desak Panglima Beri Sanksi Tegas

Mendapatkan laporan peristiwa itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku geram. Ia memerintahkan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo untuk mencopot dua pimpinan dari Sersan Dua (Serda) berinisial A, dan Prajurit Dua (Prada) V.

“Saya sudah memerintahkan KSAU untuk mencopot Komandan Lanud dan Komandan Satuan Polisi Militernya-nya,” ujar Panglima dikutip CNNIndonesia.com, Rabu (28/7).

Menurutnya, Danlanud dan Dansatpom dinilai tidak bisa mengatur dua anggotanya dalam insiden penginjakan kepala seorang warga tersebut. Hadi juuga heran, Sersan A dan Prada V tak punya kepekaan terhadap seorang yang tunawicara.

“Mereka tidak bisa membina anggotanya. Kenapa tidak peka, memperlakukan disabilitas seperti itu. Itu yang membuat saya marah,” ungkap Hadi.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNNIndonesia.com

Comments
Loading...