Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

PPKM Level 4, Warga Ketitang Wetan Pati Tetap Gelar Sedekah Bumi dengan Prokes Ketat

Gunungan nampak dikirab oleh Kades Ketitang Wetan beserta perangkatnya. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Bagi masyarakat Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, sedekah bumi merupakan ritual yang wajib dilakukan setiap tahunnya. Hal itu sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rizki yang selama ini diberikan Tuhan melalui kekayaan bumi, sehingga warga bisa menikmatinya.

Sekali pun pagebluk dan adanya perpanjangan PPKM Level 4, tetap saja rutual sedekah bumi tidak bisa ditinggalkan. Hanya saja, warga harus menerapkan protokol kesehatan ketat saat pelaksanannya. Dalam perjalanan kirab pun, hanya ada beberapa warga dan perangkat desa setempat yang mengikuti.

Prosesi diawali dengan pemukulan kentungan. Kemudian kepala desa beserta perangkatnya mengarak gunungan tersebut menuju punden keramat Mbah Mursidin.

Sesampainya di punden, tetua adat pun langsung membacakan doa. Tidak begitu panjang. Selesai, kemudian gunungan dibagikan kepada warga secara tertib.

“Mengingat adanya aturan PPKM, acara sedekah bumi ini tetap menerapkan protokol kesehatan, sehingga kegiatan ini tetap digelar dengan sangat sederhana untuk melestarikan budaya yang sudah ada,” ucap Ali Muntoha, Kades Ketitang Wetan, Rabu (28/7/2021).

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga, karena acara tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar.

Ali Muntoha berharap, agar warga tetap semangat dalam bekerja dan semoga diberikan kesehatan dan dilimpahkan rezekinya.

“Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur terhadap rezeki yang didapat, sehingga bisa untuk menafkahi keluarga. dan satu lagi, dengan adanya pandemi Covid-19 yang belum usai, harapan kami agar warga tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...