Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pelapis Besi Karbon Antikorosi dari Abu Sekam Karya Siswa SMA PGRI Kayen Sabet Emas Internasional

Siswa nampak mempraktekkan cara meracik abu sekam padi menjadi pelapis besi karbon antikorosi. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Empat siswa SMA PGRI Kayen, Pati berhasil menyabet medali emas dari ajang Internasional Sains Projek di Korea pada ajang World Invention Creativity Olympic (WICO) 2021. Mereka menyabet medali ini dari inovasi berupa pelapis besi karbon antikorosi yang terbuat dari abu sekam.

Inovasi itu merupakan temuan dari Dida De Muhammad, Diah Kusuma Wardani, Bagas  Nur Ardianto, dan Via Valenta Kafita Ardian.

Diah Kusuma Wardani mengatakan, projek tersebut dikerjakan selama enam bulan. Dari penelitian yang mereka lakukan, diketahui jika abu sekam padi mengandung 86,7 persen Silika Dioksida (SiO2).

Silika itulah yang dimanfaatkan sebagai komposit dengan matrik resin epoksi untuk pelapisan besi karbon.

“Dari hasil pengujian yang dilakukan di Undip diketahui jika laju korosi terbesar sebesar  1,1162 mpy dan laju korosi terkecil yaitu sebesar 0,4186 mpy. Nilai laju korosi ini lebih kecil dari 50 mpy, sehingga material silika abu sekam padi memiliki ketahanan korosi yang sangat baik,” ujarnya.

Mereka mengaku terinspirasi membuat penelitian tersebut lantaran melihat sekam padi yang begitu melimpah. Hanya saja saat ini abu sekam padi dinilai kurang bermanfaat dan tak bernilai ekonomis.

“Pembuatannya juga cukup mudah. Abu sekam diambil dari sentra produksi bata merah kemudian digiling agar mampu menjadi tepung dan diayak seukuran 40 mesh. Abu itu kemudian direndam dengan larutan HCl selama 5 jam dan dicuci dengan aquades dengan pH konstan,” terangnya.

Proses selanjutnya dilakukan pengeringan dengan oven pada suhu 100 derajat celsius dan dipanaskan kembali dengan oven pada suhu 700 derajat Celsius, sehingga menghasilkan silika abu sekam padi yang reaktif.

“Setelah itu barulah membuat komposit, serta kemudian dilapiskan ke besi karbon,” imbuhnya.

Kepala SMA PGRI Kayen Surata mengaku bersyukur siswanya mampu berprestasi meski di tengah pandemi seperti sekarang ini. Terlebih temuan siswanya itu mampu meraih medali emas pada WICO.

“Padahal lomba itu diikuti oleh lebih dari 25 negara seperti Amerika, Inggris, Perancis, Romania, Iraq, Iran, Mesir, Jepang, Taiwan, Rusia hingga Australia,” terangnya.

Pihaknya mengaku siap mendukung segala penelitian dari siswanya. Terutama dalam membantu menyempurnakan hasil untuk mencapai hasil terbaik. Pihaknya juga akan mendorong agar dapat diimplementasikan guna keperluan pengembangan yang terbaru.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...