Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Yoppy Rosimin: “Tunggal Putri di atas kertas Berat, Tapi Gregor Sering Menyulitkan Pemain Top Dunia”

Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation.(MURIANEWS/ Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Di arena Olimpiade 2020, Tim bulu tangkis Indonesia masih terus menjaga peluang untuk mempersembahkan medali. Hingga Rabu (28/7/2021), sembilan pembulu tangkis Indonesia masih bertahan dalam persaingan merebut medali.

Dari lima nomor yang dipertandingkan di Olimpiade 2020, Indonesia sejauh ini baru kehilangan peluang di sektor ganda campuran. Pada Rabu (28/7/2021) siang, pasangan Preveen Jordan-Melati Daeva tersingkir di babak 16 besar.

Sedangkan empat nomor lainnya, Indonesia masih menempatkan wakil-wakilnya untuk terus bersaing. Di ganda putra, dua pasangan Indonesia Kevin Sanjaya-Marcus Gideon masih membuka peluang.

Hal yang sama juga berhasil dilakukan oleh pasangan Moh Ahsan-Hendra Setiawan. Pasangan ini diharapkan masih bisa terus melaju dan menciptakan All Indonesian Final di cabang ganda putra.

Lalu di nomor tunggal putra, Antoni Sinisuka Ginting juga berhasil maju ke babak 16 besar. Antoni Ginting pada Rabu (28/7/2021) menjalani pertandingan terakhir di babak penyisihan grup, dengan tiket 16 besar sudah di tangan.

Sedangkan Jonathan Christie masih harus bertarung di pertandingan penyisihan grup untuk bisa lolos ke babak 16 besar. Rabu (28/7/2021) sore, Jonathan masih harus berjuang untuk meraih satu tiket ke 16 besar.

Peluang mendapatkan medali juga masih terus dijaga oleh pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii -Apriyani Rahayu. Hal yang sama juga dilakukan oleh tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung.

Terkait perkembangan atlet-atlet bulutangkis Indonesia ini, Program Director Bakti Olahraga Djarum Fondation, Yoppy Rosimin menyatakan sangat bangga. Terlebih di Tim Indonesia ada empat pemain yang sebelumnya merupakan pemain PB Djarum Kudus.

Empat pemain yang dimaksud adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo (ganda putra), Mohammad Ahsan (ganda putra), Praveen Jordan (ganda campuran), dan Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran).

Dari pengamatannya, Yoppy Rosimin menyatakan peluang para pemain Indonesia masih terbuka. Paling besar, peluang itu diakuinya ya memang ada di sektor ganda putra. Dua pasangan Indonesia secara kebetulan menempati ranking teratas saat ini.

“Peluang terbuka di sektor ganda putra. Kevin dan Marcus dia di Olimpiade merupakan unggulan pertama. Kemudian Ahsan dan Hendra itu unggulan kedua,” katanya, Rabu (28/7/2021).

Tak hanya itu, Yoppy juga menyebut sektor lain seperti tunggal putera yang diisi Anthony Sinisuka Ginting maupun Jonatan Christie juga memiliki peluang yang cukup terbuka.

Sektor tunggal putri, Yoppy menyebut bisa saja ada kejutan dari seorang Gregoria Mariska. Pemain ini biasanya bisa menyulitkan pemain-pemain level yang rangkinya diatasnya.

“Ganda putri juga memiliki peluang. Kalau tunggal putri di atas kertas memang berat. Tetapi di lapangan semua bisa terjadi. Grego (Gregoria Mariska Tunjung-red) sering menyulitkan pemain-pemain top,” terang Yoppy.

Yoppy menyampaikan agar semua pemain tetap memberikan performa terbaiknya di lapangan. Selain itu tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Covid-19 tetap menjadi ‘lawan’ berbahaya bagi semua atlet di Olimpiade 2020.

“Berjuang di lapangan memang tidak mudah. Tetapi bukan tidak bisa. Harapan saya semua atlet Indonesia di Olimpiade 2020, tetap fit selama berlaga di Tokyo,” harapnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi erje

Comments
Loading...