Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bupati Hartopo Klaim 92 Persen RT di Kudus Berstatus Zona Hijau

Salah satu RT di Desa Tumpangkrasak Kudus yang sempat di-lockdown karena berstatus zona merah beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Yuda Aulia Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Bupati Kudus HM Hartopo mengklaim sekitar 92 persen RT di Kabupaten Kudus telah berstatus zona hijau penyebaran Covid-19. Sementara selebihnya, adalah zona kuning dan oranye.

Dia memastikan, bahwa di Kudus sudah tidak ada lagi RT dan RW yang berstatus zona merah atau risiko tinggi.

“Saat ini tidak ada zona merah kalau di tingkat RT atau RW. Itu jika dihitung dengan ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro,” kata Hartopo, Rabu (28/7/2021).

Sementara bila di tingkat desa, kata Hartopo, juga dipastikan tidak ada yang berstatus zona merah. Hanya memang mayoritas masih berstatus zona oranye.

“Namun desa status dengan zona hijau terus bertambah seiring menurunnya jumlah kasus aktif di Kabupaten Kudus,” ujarnya.

Walau demikian, pihaknya berharap masyarakat Kudus tetap mematuhi penerapan protokol kesehatan 5M. Yakni memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas.

“Sehingga Kudus ini bisa semakin melandai kasusnya untuk segera menuju zona kuning dan hijau,” jelas dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo menamabahkan, jumlah desa dengan status zona hijau di Kabupaten Kudus kini berjumlah sebanyak 22 desa. “Sementara lainnya ada di zona oranye dan kuning,” kata Badai.

Pihaknya pun mengatakan jika perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus kini trennya mengalami penurunan. Walau memang, penambahan kasus aktif masih terjadi tiap harinya.

Oleh karena itu, Badai berharap masyarakat tak mengendurkan penerapan protokol kesehatan 5M. Mulai dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Dengan begitu penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kudus bisa ditekan semaksimal mungkin.

“Ini jadi perhatian kita bersama, karena untuk menurunkannya perlu sinergitas baik dari masyarakat, pemerintah, dan unsur-unsur lainnya,” jelas Badai.

Diketahui, hingga Rabu (20/7/2021) siang, jumlah kasus corona di Kabupaten Kudus mencapai 16.141 kasus. Dengan rincian, 14.617 pasien sudah sembuh, 1.283 pasien meninggal, dan 241 pasien dirawat atau menjalani isolasi mandiri.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...