Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Keterlibatan Swasta dalam Penanggulangan Corona di Kudus Diapresiasi

Alat terapi oksigen HFNC yang didonasikan Djarum Foundation ke sejumlah rumah sakit di Kudus. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Bupati Kudus HM Hartopo mengapresiasi peran pihak swasta yang turut andil memerangi Covid-19 di Kota Kretek, hingga kini kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus telah menurun drastis.

Kabupaten Kudus sendiri, diketahui mengalami lonjakan kasus yang parah pada pertengahan Juni lalu. Di mana angka tertinggi saat itu adalah sebanyak 2.342 pasien aktif. Dengan kasus harian tertinggi mencapai 479 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan positivity rate menembus angka 60%.

Lonjakan pasien tersebut kemudian membuat tingkat Bed Occupancy Rate atau keterisian tempat tidur seluruh rumah sakit di Kudus mencapai 96%.

“Namun sekarang jumlah kasus aktif di Kudus terus menurun, ini tak lepas dari peran serta seluruh elemen mulai dari pemerintah pusat, provinsi, daerah, dan tentunya pihak-pihak swasta seperti Djarum Foundation ini,” ucap Bupati Kudus HM Hartopo, Rabu (28/7/2021).

Djarum Foundation, kata Hartopo, adalah salah satu perusahaan yang senantiasa tanggap dalam menghadapi wabah sehingga Kudus. Mereka, turut membantu Kudus keluar dari zona merah penyebaran Covid-19.

“Kami berharap, ke depannya masyarakat semakin menaati protokol kesehatan secara ketat sehingga Kudus segera berubah status menjadi zona hijau secepat mungkin” tandas Hartopo.

Salah satu rumah sakit yang sangat meraskan keterlibatan dari Djarum Foundation adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus. Rumah sakit rujukan lini satu tersebut menerima cukup banyak bantuan alat medis.

Seperti bantuan mesin RT PCR yang saat ini menjadi garda paling depan dalam tracing, testing, dan treatment (3T) di Kudus dan sekitarnya.

Direkt dr Abdul Aziz Achyar pun turut menyampaikan, bantuan tambahan mesin PCR itu menjadi kunci utama sehingga proses 3T menjadi lebih cepat. Sehingga hal tersebut dapat membantu proses mitigasi kondisi di Kudus, saat lonjakan kasus bulan Juni lalu.

“Saat itu 3T benar-benar jadi kunci penanggulangan, oleh karena itu mesin RT PCR yang diberikan Djarum Foundation sangatlah membantu kami saat terjadi lonjakan kasus kemarin,” kata dia.

Aziz menambahkan, bantuan yang diberikan ke RSUD Loekmono Hadi juga berupa alat terapi oksigen High Flow Nasal Cannula (HFNC). Alat itu bertujuan untuk memberikan suplai oksigen bagi para penderita Covid-19 yang mengalami gangguan pernapasan.

“Keberadaan alat ini membantu mempercepat proses kesembuhan dan berfungsi mencegah agar pasien tidak memasuki fase berat akibat sakit yang dideritanya,” tandas Aziz.

 

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...