Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kantor Disnakertrans Grobogan Ditutup Tiga Hari Usai Ada Pegawai Terpapar Covid

Kantor Disnakertrans Grobogan ditutup usai pegawai terpapar corona. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Sejumlah warga yang hendak mengurus keperluan di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Grobogan sempat kaget, Senin (26/7/2021). Soalnya, pelayanan di kantor yang berlokasi di Jalan DR Sutomo NoMOR 5 Purwodadi itu ternyata ditutup untuk sementara waktu.

Ditutupnya kantor tersebut bisa diketahui dari adanya spanduk berukuran 1 x 2 meter yang dipasang di pintu gerbang. Spanduk tersebut bertuliskan ‘Kantor sementara ditutup dari 16-28 Juli 2021”.

Dalam spanduk itu juga disebutkan alasan penutupan, karena ada beberapa pegawai terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Disnakertrans Grobogan Ahmad Haryono saat dimintai komentarnya menyatakan, sepekan yang lalu salah satu stafnya meninggal dunia karena Covid-19.

Pihaknya kemudian langsung menggelar test swab terhadap kontak eratnya di kantor. Hasilnya ada dua orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Terkait kondisi itu, pihaknya melakukan penutupan kantor untuk sementara waktu. Penutupan dilakukan dalam rangka sterilisasi kantor untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Penutupan pelayanan di kantor kita lakukan tiga hari. Dari Senin sampai Rabu (28/7/2021). Hari Kamis sudah buka,” katanya, Senin (26/7/2021).

Untuk upaya pelacakan atau tracking juga sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Di mana, semua pegawai akan diminta menjalani swab test untuk memastikan kondisinya.

“Total pegawai ada 60 orang. Untuk hari ini, ada 30 orang yang diswab. Sedangkan 30 orang lainnya jadwal swabnya besok. Semoga hasil tesnya nanti negative semua,” imbuhnya.

Ia menambahkan, dalam masa PPKM ini, pihaknya memang telah diminta untuk memberlakukan kebijakan work from home (WFH) 75 persen dan work from office (WFO) 25 persen.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...