Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dampak Ekonomi Covid-19 Juga Harus Diantisipasi Bersama, Sisi Kemanusiaan Harus Ditumbuhkan

Yudha, warga Mojokerto, Jawa Timur, kehilangan ayah dan ibunya karena Covid-19. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus- Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat. Baik secara kesehatan dan juga ekonomi. Pemerintah pun berusaha maksimal melakukan upaya penanganan kesehatan dan ekonomi.

Dampak ekonomi yang muncul dari pandemic Covid-19 juga harus dihadapi dengan serius. Dalam hal ini peran serta masyarakat juga harus dimunculkan. Karena Pemerintah tidak mungkin bisa melakukan upaya tanpa dukungan semua bagian.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiago Uno melalui beberapa programnya mengajak masyarakat untuk ikut memberi perhatian pada masalah ini. Sisi kemanusian tidak boleh dilupakan dalam upaya penanganan Covid-19 ini.

“Masyarakat terkadang lupa bahwa ada sisi kemanusiaan yang harus tetap ditunjukan antara sesama, dalam kaitan pendemic Covid-19 ini. Semua orang harus menumbuhkan sisi kemanusiaan ini sebagai bagian dari penanganan pandemic,” ujarnya Senin (26/7/2021).

Belum lama ini, Sandiaga Salahuddin Uno melalui The Sandi Uno Merchandise kerjasama KAHMI Preneur membantu beasiswa bagi tiga orang kakak beradik di Madiun, Jawa Timur. Mereka harus menerima kenyataan pahit saat kedua orang tuanya meninggal akibat Covid-19.

Melalui program ini, diberikan beasiswa kepada mereka senilai Rp25 juta. Bantuan beasiswa ini disampaikan Sandiago Uno secara simbolis dalam sebuah acara ‘Silahturahmi Virtual’ dengan mereka yang kehilangan orang tua itu.

“Atas nama keluarga besar kami dan juga tempat kami bekerja, kami menyampaikan rasa duka. Kami sangat merasakan satu keprihatinan dan kami ingin menyampaikan doa terbaik. Insya Allah bapak dan ibu Hunsul Khatimah diberikan tempat terbaik di sisi allah, dilapangkan kuburnya, diterangi di alam barzah, dan diampuni segala dosa dan diterima amal baiknya,” kata Sandiaga Uno.

Sandiaga menyatakan, bantuan itu tentu nilainya tidak seberapa dan tidak akan sepenuhnya bisa membantu keluarga yang berduka di Mojokerto Jawa Timur itu. Namun demikian, semangat membantu yang dilandasi sikap kemanusiaan diharapkan bisa dimunculkan di kalangan masyarakat Indonesia.

Upaya-upaya kemanusiaan menurut Sandiaga Uno dibutuhkan dalam situasi yang terjadi saat ini. Dampak ekonomi sebagai akibat dari pandemic covid-19 memang sudah diupayakan bisa ditangani pemerintah.

Namun demikian, upaya-upaya dukungan dari semua anggota masyarakat sangat dibutuhkan. Kebersamaan masyarakat, dan sikap saling mendukung dan menolong akan sangat dibutuhkan dalam situasi seperti sekarang ini.

Bersama The Sandi Uno Merchandise, Sandiaga Uno sebelumnya juga meluncurkan program bantuan beasiswa untuk anak pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak akibat pemberlakukan PPKM Level 4.

Bantuan beasiswa menyasar anak dari PKL yang berstatus pelajar SMP/Tsanawiyah dengan besaran Rp300 ribu per bulan, pelajar SMA/Aliyah sebesar Rp 400 ribu per bulan, dan mahasiswa Rp 500 ribu per bulan.

Sementara Yudha Saputra Wicaksana, yang mewakili keluar Mojokerto yang kehilangan ayah dan ibunya karena Covid-19 menyatakan terima kasih. Bantuan ini akan sangat berguna bagi dirinya dan kedua adiknya.

Covid-19 menurutnya benar-benar membuat kehidupan keluarganya berubah. Awalnya, virus covid-19 menerjang sang ibu pada awal bulan Juli lalu sehingga membuat sang ibu tidak bisa masuk kerja selama satu pekan.

Selang tiga hari, gejala seperti pusing, rasa lelah yang mendalam serta hilangnya indera penciuman dan perasa juga dirasakan oleh dorinya. Kemudian disusul juga oleh kedua adik dan sang ayah.

“Dan tanggal 4 (Juli) ibu saya meninggal dan seminggu setelahnya disusul bapak,” kata Yudha, dengan nada getir.

Dirinya tidak pernah menyangka akan ditinggal oleh kedua orang tuanya dengan begitu cepat dan dalam waktu yang berdekatan. Lebih dari itu, dirinya juga tidak bisa menunaikan kewajiban sebagai anak untuk memakamkan orang tua. Karena pada saat yang sama dirinya dan kedua adiknya tengah menjalani isolasi mandiri.

“Hanya bisa lihat dari rumah saat dimakamkan. Walaupun saya sudah 24 tahun, tapi kedua adik saya masih sangat membutuhkan kasih sayang orang tua. Rasanya tentu sangat sulit, tidak enak, kehilangan orang tua di umur yang masih sangat muda ini,” kata Yudha yang saat ini tengah kuliah semester akhir di Universitas Brawijaya, Kediri.

Kepada masyarakat luas, Yudha berharap masyarakat bisa menjadikan apa yang dialami keluarganya sebagai pengalaman. Penerapan protokol kesehatan menurutnya merupakan sesuatu yang harus dilaksanakan.

Protokol kesehatan dengan selalu mencuci tangan, mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas diperlukan untuk memutus penularan covid-19. Demikian juga dengan upaya vaksinasi.

“Kehilangan orang yang dicintai itu tidak enak, sangat sakit,” ujar Yudha, dalam kesempatan berbincang dengan Sandiaga Uno melalui daring.

Penulis: Budi erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...