Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Status Jepara Naik ke Level 4 PPKM, Bupati Dian Kristiandi Tak Protes

Bupati Jepara Dian Kristiandi memberi keterangan kepada awak media. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Kabupaten Jepara yang sebelumnya berada di level 3, kini naik ke level 4 dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang hingga 2 Agustus 2021.

Meski jumlah kasus Covid-19 di wilayahnya terus menurun, Bupati Jepara Dian Kristiandi mengaku tak mau protes terkait penetapan level 4 itu.

Di laman resmi corona.jepara.go.id, hingga sore ini angka kasus aktif tercatat tinggal 490 orang. Di mana 41 orang di antaranya dirawat di rumah sakit. Jumlah ini jauh menurun dibanding sebelum PPKM Darurat, di mana kasus tertinggi sampai dua ribuan.

Tak hanya itu, saat ini sudah tak ada lagi warga yang diisolasi di tempat karantina terpusat. Bed Occupancy Rate (BOR) di sejumlah rumah sakit juga tinggal 13 persen.

Sebelum PPKM Level 4 diperpanjang, Bumi Kartini sudah masuk dalam level 3. Namun, indikator-indikator kasus tersebut ternyata tak membuat turun level ke level 2 atau 1. Tetapi justru malah naik ke Level 4, yang notabene aturan dalam kegiatan masyarakat lebih ketat.

Menanggapi hal ini, Andi mengaku tidak terlalu mempersoalkannya. Ia juga tidak mau protes seperti daerah lain.

“Tidak harus protes lah. Kita komunikasi saja. Kenapa harus protes kayak begitu. Membiasakan protes itu enggak baik. Komunikasi saya kira yang paling penting,” kata Andi, Senin (26/7/2021).

Baca: Hartopo Sayangkan Penetapan Kudus yang Masih PPKM Level 4 Meski Kasus Turun Drastis

Untuk itu, ujar Andi, mau tidak mau pihaknya mengikuti putusan pemerintah pusat itu. Terutama pembatasan-pembatasan di masyarakat. Misalnya ketentuan jam operasional warung sampai pukul 20.00 WIB.

Pihaknya juga memastikan belum ada kelonggaran untuk kegiatan masyarakat. Namun, pihaknya akan melakukan evaluasi tentang pembatasan kelonggaran itu hingga tanggal 2 Agustus 2021.

“Tentu kita akan berikan kelonggaran setelah tanggal itu, ketika variabel-variabelnya mendukung. Tapi kalau kita masih dalam kategori level 3 dan 4 ini ya, tentunya kita akan tetap sama,” jelas Andi.

Meski tidak melayangkan protes, Andi tetap akan menanyakan lebih detail tentang penetapan PPKM Level 4 itu. Dirinya belum mengetahui adakah indikator lain yang mengakibatkan keputusan itu.

“Level itu menurut saya, enggak terlalu penting. Itu hanya sebagai pengingat kita dalam kondisi seperti itu,” pungkasnya.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...