Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sri Mulyani Beberkan Alasan Negara Berhutang

Menkeu Sri Mulyani. (Instagram/@smindrawati)

MURIANEWS, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, APBN saat pandemi Covid-19 ini menanggung beban yang berat. Di satu sisi, belanja negara melonjak untuk penanganan kesehatan, pemberian bantuan sosial kepada masyarakat terdampak, dan beberapa bantuan lainnya. Di sisi lain, penerimaan negara mengalami penurunan karena aktivitas ekonomi lesu.

“Kenapa kita harus menambah utang? Seolah-olah menambah utang menjadi tujuan. Padahal, utang merupakan instrumen untuk menyelamatkan warga negara dan perekonomian kita,” ujar Sri dalam sebuah webinar seperti dikutip republika.co.id, Senin (26/7/2021).

Dengan kondisi itu, pemerintah di berbagai negara, termasuk Indonesia menggunakan kebijakan luar biasa (extra ordinary) karena pandemi Covid-19 merupakan tantangan yang sifatnya luar biasa.

“Kami (Kementerian Keuangan) merespons dengan whatever it takes. Apapun kami lakukan untuk menyelamatkan masyarakat dan ekonomi Indonesia. Langkah itu implikasinya pada defisit APBN,” ujar Sri.

Kementerian Keuangan mencatat jumlah utang pemerintah Indonesia sebesar Rp 6.418,15 triliun atau setara 40,49 persen dari produk domestik bruto (PDB) per akhir Mei 2021. Adapun jumlahnya turun Rp 109,14 triliun dalam sebulan terakhir dari Rp 6.527,29 triliun atau 41,18 persen dari PDB pada akhir April 2021. Namun jika dibandingkan Mei 2020, jumlah utang pemerintah naik Rp 1.159,58 triliun dari Rp 5.258,57 triliun atau 32,09 persen dari PDB.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Republika.co.id

Comments
Loading...