Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Polisi Pastikan Wanita Meninggal di Kamar Kos Jepara Tak Lakukan Aborsi

Proses evakuasi jenazah perempuan yang meninggal di kamar kos di kawasan pabrik Mayong Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Polisi melakukan pemeriksaan temuan wanita hamil meninggal bersimbah darah di kamar kos Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong Jepara, Minggu (25/7/2021) malam. Pihak kepolisian memastikan tidak ada tanda-tanda upaya melakukan aborsi atau menggugurkan kandungan secara paksa.

Korban diketahui berinisial RYS (20), warga Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati. Ia ditemukan tak bernyawa dalam kondisi setengah telanjang dan bersimbah darah di kamar kosnya.

Kepastian tersebut disimpulkan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jepara, setelah memeriksa pacar korban dan memeriksa jenazah secara medis. Semalam, jenazah diperiksa di RSUD RA Kartini Jepara.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Fakhrur Rozi menyebut, berdasarkan percakapan antara korban dan pacarnya melalui WhatsApp (WA), sejak 23 Juli 2021 ia sudah mengalami pendarahan. Diketahui, ia sedang mengandung janin usia antara enam atau tujuh bulan.

“(Terakhir chatting-an dengan pacarnya, red) Intinya itu memberi tahu bahwa dia itu perutnya sakit. Terus berdarah,” jelas AKP Rozi, Senin (26/72021).

Korban disimpulkan meninggal lantaran tidak mampu menahan sakitnya pendarahan. Korban juga belum sempat meminta pertolongan kepada pemilik kos lantaran tidak kuat.

Sebelumnya, di media sosial beredar kabar bahwa korban meinggal karena overdosis. Alasannya, mulutnya mengeluarkan buih. Tak hanya itu, ada pula anggapan bahwa ia meninggal karena melakukan aborsi.

Baca: Perempuan Bersimbah Darah di Kos Jepara Sempat WA Pacar Sebelum Meninggal

Polisi menjelaskan, secara medis, korban meninggal dalam kondisi lemas karena pendarahan. Pacarnya pun, saat diperiksa mengaku tidak memintanya untuk mengugurkan kandungannya.

“Memang sudah hamil di luar nikah. Terus, anaknya (korban, red) kecil sih. Lemah. Karena mungkin kurang perawatan. Kan, hamil di luar nikah. Otomatis dia merahasiakan (kehamilan, red) dari keluarganya,” ungkap AKP Rozi.

Selain itu, lanjut AKP Rozi, kemunginan besar korban tidak pernah berobat atau memeriksakan kehamilannya kepada dokter. Itu terbukti dari tidak adanya kartu kehamilan yang dimiliki korban.

Pihaknya menambahkan, korban sebelumnya bekerja di salah satu pabrik di dekat kosnya. Namun, sudah sebulan ini dia tak bekerja. Karena usia kehamilannya sudah cukup menua.

AKP Rozi mengutarakan bahwa saat ditemukan, air ketuban korban sudah keluar, dan korban sudah bersimbah darah.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...