Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ada Perbedaan, Pernyataan Luhut dan Inmendagri Bisa Bikin Rancu

Luhut Binsar Panjaitan, Menko Marves.(instagram/@antaranews)

MURIANEWS, Jakarta – Ada perbedaan antara statemen Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan dengan Intruksi Menteri Dalam Negeri terkait penyesuaian penerapan PPKM Level 4 dan Level 3. Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan memperpanjang penerapan PPKM level 4 dan level 3 dari 26 Juli 2021 sampai 2 Agustus 2021.

Dalam konfrensi pers yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ada tiga indikator untuk menentukan penerapan PPKM level 4 dan level 3. Tiga indikator itu, yakni laju penularan kasus, respon sistem kesehatan, dan kondisi sosioekonomi masyarakat.

“Kami menekankan betul kondisi sosioekonomi masyarakat. Tiga indikator itu menjadi barometer,” kata Luhut.

Adapun penyesuaian yang disampaikan Luhut Binsar Pandjaitan. Pertama, Pasar rakyat sembako atau kebutuhan pokok sehari-hari boleh buka seperti biasa dengan protokol ketat. Kedua, Pasar rakyat yang selain menjual kebutuhan pokok sehari dengan kapasitas maksimum 50 persen dan buka pukul 15.00,

“Pemda mengatur betul jangan sampai terjadi klister baru,” katanya.

Pada penyesuaian pertama itu, terdapat perbedaan dengan Inmendagri. Di mana, dalam Inmendagri, diatur secara rinci dengan memberikan pembatasan jam buka hingga pukul 20.00 serta maksimal pengunjung 50 persen dari kapasitas.

Kemudian, di penyesuaian ke tiga, yakni pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 waktu setempat dan pengaturan teknisnya dilakukan pemerintah daerah.

Sementara di Inmendagri, hanya diizinkan sampai pukul 20.00 waktu setempat.

Pada penyesuaian ke empat, yakni warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka, diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 20.00 waktu setempat dengan waktu makan maksimal 20 menit. Dalam Inmendagri, dijelaskan jumlah maksimal pengunjung makan ditempat, yakni tiga orang.

“Kami sarankan selama makan jangan banyak berkomunikasi,” tegas Luhut.

Beberapa perbedaan itu dikhawatirkan membawa polemik di lapangan, karena terdapat kerancuan dan perbedaan.

 

Reporter: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...