Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Perempuan Bersimbah Darah di Kos Jepara Sempat WA Pacar Sebelum Meninggal

Proses evakuasi jenazah perempuan yang meninggal di kamar kos di kawasan pabrik Mayong Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jepara mendalami kasus penemuan mayat perempuan di kamar kos di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong Jepara. Polisi menemukan percakapan antara korban dengan pacarnya di aplikasi WhatsApp (WA) ponsel korban.

Polisi pun langsung bergerak cepat dengan memeriksa para saksi. Termasuk meminta keterangan pacar korban.

Diberitakan sebelumnya, RSY (20), warga Desa Puncel, Kecamatan Dukuhsekti, Kabupaten Pati, ditemukan tak bernyawa bersimbah darah di kamar kos. Jenazah juga ditemukan dalam kondisi setengah telanjang.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Fakhrur Rozi menyatakan, polisi menemukan percakapan antara korban dengan pacarnya melalui WA. Pihaknya pun sudah meminta keterangan pacarnya malam tadi.

Diketahui, sang pacar merupakan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah bekerja di Jepara.

“Sesuai percakapan WhatsApp-nya tanggal 23 Juli itu, dia sudah pendarahan. Usia kandungan sekitar enam atau tujuh bulan. Intinya memberi tahu bahwa dia itu perutnya sakit, berdarah. Mau melahirkan,” terang AKP Rozi, Senin (26/7/2021) pagi.

Baca: Perempuan Hamil Ditemukan Meninggal Telanjang dan Bersimbah Darah di Kamar Kos Mayong Jepara

Setelah mendapatkan kabar itu, pacar korban kemudian menyuruhnya untuk meminta bantuan kepada bapak kos.

Namun, kepada pacarnya, korban mengatakan tidak berani meminta bantuan. Ia juga mengaku tidak kuat menahan sakit.

Saat dimintai klarifikasi, lanjut Rozi, sang pacar mengaku tidak pernah menyuruh kekasihnya untuk menggugurkan janin yang dikandung pacarnya. Dia tidak menampik bahwa sebelumnya pacarnya meminta tolong kepadanya karena pendarahan.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...