Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pancaroba Usai, Kasus Covid-19 di Jepara Melandai

Tenaga kesehatan di Jepara tengah mengambil sampel swab. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Penyebaran Covid-19 yang sempat menggila pada Juni lalu sempat membuat kekhawatrian tersendiri bagi masyarakat Jepara. Beruntung, pada pekan terakhir bulan ini angka kasusnya terus menurun sampai Sabtu (24/7/2021) hari ini tinggal 532 kasus aktif.

Diketahui, bulan lalu memang cuaca di Kota Ukir tidak menentu. Ketika siang hari matahari begitu terik, tiba-tiba saja hujan turun.

Suhu pada malam hari juga lebih dingin dari biasanya. Akibatnya, banyak warga jatuh sakit dengan gejala mirip. Seperti meriang, flu, batuk dan lainnya.

Kondisi tersebut berimbas pada peningkatan kasus Covid-19. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jepara Muh Ali mengakui jika musim pancaroba itu turut menyumbang banyaknya kasus baru.

“Kemarin (kasus covid-19, red) tinggi karena cuacanya panas. Pancaroba, sehingga gampang sekali penularannya. Secara umum saat ini angka kesakitan turun banyak,” ujar Muh Ali, Sabtu (24/7/2021).

Selain karena musim pancaroba sudah usai, Muh Ali juga meyakini bahwa penurunan kasus Covid-19 yang bahkan sampai 60 persen itu, lantaran efek dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Salah satu hal yang terlihat dari keberhasilan PPKM Darurat, menurut Muh Ali, adalah tingkat kepatuhan masyarakat pada protokol kesehatan. “Mobilitas berkurang, terus kesadaran memakai masker juga meningkat,” kata Muh Ali.

Meski kasus Covid-19 menurun, pihaknya tetap gencar melakukan tracing dan testing. Terutama bagi yang kontak erat dengan pasien Covid-19.

Pihaknya menyebut, Pemkab Jepara menargetkan 1.250 testing dalam sepekan. Disebutkan, hasil testing yang dilakukan tempo hari, diketahui dari 98 sampel yang diperiksa, sebanyak 21 sampel dinyatakan positif covid-19. Sementara dari 882 tes antigen, hasilya delapan positif Covid-19.

“Kemarin sehari saja (testing) PCR 98, rapid antigen 882. Karena Jepara ini Level 3 bisa menggunakan antigen karena lebih cepat. Jadi tracing dan testing tetap dilakukan dan tidak dikurangi, bahkan melebihi target,” terang Muh Ali.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...