Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Atlet Putri China Yang Qian, ‘Tembak’ Medali Emas Pertama Olimpiade 2020

Petembak China, Yang Qiang membuat kejutan dengan meraih medali Emas pertama Olimpiade 2020.(https://twitter.com/hashtag/Tokyo2020)

MURIANEWS, Tokyo- Atlet tembak putri China, Yang Qian berhasil ‘menembak’ medali emas untuk negaranya. Yang Qian berhasil keluar sebagai juara di nomor senapan angin 10 m putri, sekaligus merebut emas pertama di Olimpiade 2020.

Petembak putri China ini bersaing ketat dengan petembak asal Rusia Anastasiia Galashina dan Nina Christen, petembak putri asal Swiss. Dua petembak ini akhirnya harus puas mendapat perak dan perunggu.

Dalam persaingan merebut medali emas, ketiga penembak ini bahkan berhasil mengalahkan rekor sebelumnya. Melalui tembakan-tembakan luar biasa mereka, skore yang mereka ciptakan telah memecahkan rekor.

Hasil akhir menempatkan Yang Qian memenangkan pertandingan dengan skore 251,8. Skore ini hanya unggul tipis dari Galashina yang mengumpulkan 251,1. Sedangkan Christen yang meraih skore 230,6 berada di urutan ke-3.

Sebelumnya, Anastasiia Galashina memimpin sebelum tembakan terakhir dilakukan. Petembak rusia ini gagal membidik lingkaran tengah dua kali, pada sesi terakhir menembaknya, sehingga hanya bisa mengumpulkan skore 8,9.

Sedangkan Yang Qiang akhirnya mampu melewati perolehan skore keseluruhan dari pesaingnya itu. Pada sesi terakhir menembak, Yang Qiang mampu mengumpulkan skore 9,8. Sehingga secara kumulatif ia mendapat 251,8 berbanding 251,1.

Munculnya Yang Qiang menjadi juara Olimpiade 2020, merupakan kejutan besar. Sebab petembak yang berusia 21 tahun ini tidak termasuk petembak di 50 besar yang bisa bertanding di Olimpiade 2020.

Kejutan lainnya muncul, saat petembak Inggris Raya, Seonaid Mcintosh gagal menembus babak final. Petembak Skotlandia yang mewakili Inggris Raya ini, sebelumnya merupakan salah satu yang diunggulkan merebut medali.

Seonaid hanya berhasil finish di urutan ke-12 di babak 16 Besar, sehingga tidak berhasil lolos ke putaran terakhir. Cuaca panas di Tokyo, disebut-sebut menjadi masalah bagi petembak-petembak asal Eropa.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: The Sun

Comments
Loading...