Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

51 Kebakaran Terjadi di Grobogan Selama Tujuh Bulan Terakhir, Kerugian Rp 6,5 Miliar

Kebakaran yang menimpa rumah di Geyer, Grobogan. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Masyarakat Grobogan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap musibah kebakaran. Hal ini seiring tingginya musibah kebakaran yang terjadi di wilayah Grobogan pada tahun 2021 ini.

Kabid Damkar Satpol PP Grobogan Ignatius Gogot Cahyanto mengungkapkan, sejak bulan Januari hingga pekan ketiga Juli 2021 ini, tercatat sudah ada 51 peristiwa kebakaran di Kabupaten Grobogan. Akibat kebakaran ini menimbulkan kerugian material mencapai Rp 6,5 miliar.

“Dari 51 kebakaran yang terjadi ini, ada satu korban jiwa. Untuk kerugian materialnya lebih dari RP 6,5 miliar,” katanya.

Gogot menjelaskan, pada Januari ada tujuh kebakaran dengan satu korban jiwa dan kerugian material Rp 365 juta. Kemudian, di bulan Februari ada enam kali kebakaran dengan kerugian Rp 268 juta.

Pada bulan Maret ada delapan peristiwa kebakaran dengan kerugian Rp 2,3 miliar. Pada April juga ada delapan peristiwa kebakaran dengan kerugian Rp 632 juta.

Berikutnya, pada Mei ada tujuh peristiwa kebakaran dengan kerugian Rp 1,2 miliar, Juni terdapat enam peristiwa kebakaran dengan kerugian Rp 774 juta. Sedangkan pada bulan Juli tercatat sudah ada sembilan kali kebakaran dengan kerugian Rp 910 juta.

“Untuk Juli ini kasus kebakaran yang terjadi paling tinggi karena ada sembilan kejadian. Memasuki musim kemarau memang sangat rentan terjadi kebakaran. Untuk itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, pada saat kemarau, banyak desa dilanda kekeringan,” jelasnya.

Gogot menambahkan, musibah kebakaran di wilayahnya masih cukup tinggi tiap tahun. Sebagian besar, kebakaran terjadi saat memasuki musim kemarau.

Dijelaskan, pada tahun 2019, totalnya ada 192 kejadian dengan nilai kerugian sekitar Rp 12,6 miliar. Sedangkan tahun 2020, ada 117 kejadian dengan nilai kerugian Rp 10,1 miliar.

“Untuk penyebab kebakaran ini bermacam-macam. Paling banyak disebabkan korsleting listrik, bediang dan kompor,” pungkasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...