Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dunia Setujui Vaksin Nusantara, Begini Kebenarannya

Tangkap layar video hoaks. (Dok. covid19.go.id)

MURIANEWS, Jakarta – Belakangan, video kegiatan webinar Lesson Learned and Efforts to Reinforce Health Security to Accelerate Covid-19 Handling yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube RSPAD Gatot Soebroto Presidential Hospital, Selasa, 25 Mei 2021 dimunculkan kembali.

Cuplikan video tersebut diunggah akun Jordan Liono dengan narasi ‘Akhirnya!! Setujui Vaksin Nusantara, Dokter Terawan Terdepan Berhasil Selamatkan Dunia’ pada 15 Juli 2021 dan diunggah kembali dengan narasi ‘Sah!! Dunia Dukung Vaksin Nusantara, Dokter Terawan Resmi Akan Selamatkan Dunia’ pada 17 Juli 2021.

Dalam video tersebut, inisiator riset vaksin Nusantara yang juga eks-Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan vaksin dengan metode sel dendritik dapat mengakhiri pandemi Covid-19 di Indonesia.

Di video itu juga Terawan mengklaim, pengembangan vaksin dengan metode sel dendritik sedang menjadi perbincangan dunia. Terawan juga pernah mengatakan metode sel dendritik dipilih usai berkaca pada kejadian SARS di China 2002 silam.

“Dendritik sel vaksin imunoterapi atau vaksin Nusantara, the beginning of the end for cancer and Covid-19. Artinya apa? Dunia sepakat punya hipotesis bahwa yang akan menyelesaikan hal ini termasuk Covid-19 adalah dendritik sel imunoterapi atau vaksin Nusantara,” kata Terawan dikutip Jumat (23/7/2021).

Di kesempatan itu, Terawan menjelaskan hasil uji klinik fase pertama oleh tim peneliti Universitas Diponegoro dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Kariadi Semarang menunjukkan imunitas vaksin Nusantara masih awet pada bulan ketiga pasca penyuntikan.

Selanjutnya, berdasarkan hasil penelitian uji klinis fase kedua di RSPAD Gatot Soebroto juga tidak menunjukkan efek samping yang serius pada seluruh subjek hingga pekan keempat. Pun Terawan juga mengakui bahwa vaksin Nusantara memberikan efek baik pada dirinya.

“Kita bisa merasakan efek imun yang kita peroleh dari vaksin Nusantara, produk kita sendiri, dan rasanya enak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Terawan juga menyebut vaksin berbasis sel dendritik besutannya mudah dibuat, dan didesain mampu menangkal segala macam mutasi virus SARS-CoV-2 yang terus mengalami perkembangan. Ia mengatakan hanya perlu waktu 8 hari untuk mencampurkan komponen antigen beragam varian baru itu untuk kemudian dipaparkan kembali dengan sampel darah manusia.

Terawan menjelaskan, vaksin Nusantara ini nantinya khusus untuk individual. Sebab dalam teknisnya, setiap orang akan diambil sampel darahnya untuk kemudian dipaparkan dengan kit vaksin sel dendritik. Cara kerjanya, sel yang telah mengenal antigen akan diinkubasi hingga 8 hari. Dalam hal ini antigen tersebut dapat diubah berdasarkan antigen varian-varian corona terkini.

“Teknik pembuatan simpel, kita bisa ajarkan ke semua, sangat mudah,” jelas Terawan.

Unggahan akun Jordan Liono itu telah dinyatakan sebagai hoaks oleh Satgas Covid-19 lewat situs resminya.

Dikutip dari covid19.go.id, Peneliti vaksin dan doktor Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Adelaide Australia, dr Ines Atmosukarto mengatakan jurnal yang dipublikasi bukan berarti valid sepenuhnya dan tidak bisa dijadikan alasan suatu jurnal terpublikasi sebagai validasi mutlak.

Ia juga menyatakan jurnal yang dijadikan acuan pengembangan Vaksin Nusantara tersebut bukan jurnal acuan untuk pelaporan penelitian vaksin, “Jadi sifatnya spekulatif tidak didukung pembuktian,” kata dr. Ines.

Konsultan Klikdokter.com, dr. Astrid Wulan Kusumoastuti menjelaskan Dendrintic Cell Vaccine dimanfaatkan untuk memicu respons imun terhadap sel kanker. sel tersebut memiliki tugas terhadap respons imun adaptif dan berperan menjaga sistem kekebalan tubuh. Terkait efektivitasnya untuk penanganan Covid-19 belum bisa dipastikan, baru sekedar hipotesa kemungkinan dapat menyembuhkan pasien terinfeksi Virus Corona.

Dengan demikian klaim Dendritic Cell Vaccine Immunotherapy atau Vaksin Nusantara disetujui dunia merupakan hoaks, dengan kategori Konten yang Menyesatkan.

 

 

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Covid19.go.id

Comments
Loading...