Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Lifter Eko Yuli Irawan Berlaga di 4 Olimpiade, Sampai Kini Masih Menjadi Andalan Indonesia

Angkat besi Indonesia memiliki tradisi kuat meraih medali di Olimpiade. (https://twitter.com/AsianGamesOCA)

MURIANEWS, Jakarta- Keikutsertaan Indonesia di Olimpiade, mencatatkan cabang olahraga Angkat Besi menjadi salah yang memiliki ‘tradisi’ kuat untuk selalu meraih medali. Tentu saja ini diluar Bulutangkis yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu ‘raksasa’.

Sejak Olimpiade 1952, event Olimpiade pertama yang diikuti Indonesia, angkat besi menjadi salah satu cabang olahraga yang berhasil lolos. Saat itu selain angkat besi juga ada renang dan atletik.

Lifter Indonesia Thio Ging Wie, yang ambil bagian sudah berhasil menembus posisi 8 besar di kelas ringan putra. Lalu era medali baru bisa didapatkan Indonesia di arena Olimpiade saat atlet-atlet bulutangkis, panahan dan angkat besi Indonesia berhasil di Olimpiade 1986.

Panahan menjadi cabang olahraga pertama yang berhasil menyumbangkan medali buat Indonesia yakni perak di Olimpiade Seoul 1988. Sedangkan bulutangkis cabang yang pertama mempersembahkan medali emas Olimpiade buat Merah Putih di Barcelona 1992.

Angkat besi kemudian menunjukan tradisi medali pada saat Olimpiade di gelar di Sydney 2000. Saat itu ada tiga medali yang berhasil direbut dari cabang olahraga ini. Satu perak dan dua medali perunggu berhasil dibawa pulang.

Lisa Rumbewas meraih medali perak di kelas 48 kg putri, Sri Indriyani di kelas 48 kg putri dan Winarni 53 kg putri, masing-masing meraih perunggu. Sejak saat itu, angkat besi selalu berhasil meraih medali di pesta olahraga terbesar dunia itu.

Di Athena 2004, Lisa Rumbewas kembali meraih medali perak. Kali ini di kelas 53 kg putri. Selanjutnya di Beijing 2008, satu medali perak dan dua perunggu, diraih tim angkat besi Indonesia.

Di Beijing 2008, Lisa Rumbewas meraih medali perunggu di kelas 53 kg putri. Keberhasilannya ini menjadikan dirinya berhasil meraih 3 medali olimpiade.

Dari angkat besi, selanjutnya juga muncul nama Eko Yuli Irawan. Lifter ini langsung mempersembahkan dua medali perunggu di Beijing 2008. Turun di kelas 56 kg dan 62 kg, merebut medali perunggu pada debutnya di Olimpiade.

Olimpiade London 2012, angkat besi menyelamatkan muka Indonesia, dengan meraih dua medali. Medali perak dipersembahkan oleh Triyatno yang turun di kelas 69 kg putra. Sedangkan Eko Yuli Irawan yang turun di kelas 62 kg putra, meraih perunggu.

Eko Yulianto, merebut medali ke-4nya di arena Olimpiade saat berlaga di Brasil 2016. Kali ini Eko Yuli yang turun di kelas 62 kg putra berhasil meraih medali perak. Sementara Sri Wahtyuni juga merebut perak di kelas 48 putri.

Kini di Olimpiade Tokyo 2020, Eko Yuli Irawan masih menjadi bagian dari tim angkat besi Indonesia yang berjuang di Olimpiade 2020. Lifter Indonesia ini masih berharap bisa meraih medali emas di kelas 62 kg putra.

Olimpiade Tokyo 2020, adalah Olimpiade ke-4 yang diikuti oleh Eko Yuli Irawan. Tim Indonesia sendiri, untuk angkat besi diperkuat oleh 5 orang atletnya. Mereka lolos pra-kualifikasi Olimpiade.

Mereka adalah, Eko Yuli Irawan yang turun di kelas 62 kg putra, Windy Cantika Aisah di kelas 49 kg putri, Deni di kelas 67 kg putra, Rahhmad Erwin Abdullah di kelas 73 kg puta dan Nurul Akmal di 87 kg putri.

“Motivasi, cita-cita di olahraga pasti medali emas Olimpiade. Tapi sekarang kan harus berusaha dulu. Yakin gak? bisa gak? lihat di hari H nanti. Moitvasi saya sekarang cukup tinggi buat dapat emas, buat melengkapi koleksi medali di Olimpiade sekaligus atlet pertama yang tampil dan dapat medali di empat Olimpiade berturut-turut,” kata Eko Yuli Irawan.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...