Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bioskop Tutup, Kudus City Walk Mall Kehilangan 80 Persen Pengunjung

Pegawai di bioskop NSC Kudus menerapkan protokol kesehatan saat melayani ticketing beberapa bulan lalu. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Sejak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pengunjung Kudus City Walk Mall menurun drastis. Sebab, dalam kebijakan itu, pemerintah belum membolehkan pembukaan pada tempat hiburan, salah satunya Bioskop.

General Manager Kudus City Walk Mall dan Area Manager NSC, Satriya Agus Priyono mengatakan kehilangan pengunjung hingga 80 persen akibat ditutupnya bioskop. Padahal, keberadaan bioskop di sana menjadi andalan untuk menunjang pendapatan mal.

“Sebenarnya dengan adanya bioskop itu bagus karena bisa menyerap pengunjung. Tapi ketika bioskop tutup seperti ini kami kehilangan 80 persen pengunjung. Pendapatan kami pun menurun hingga 60 persen,” katanya, Jumat (23/7/2021).

Selama penerapan PPKM, Satria mengungkapkan tidak melakukan PHK karyawan atau merumahkan karyawan. Hanya saja, dia menyesuaikan jumlah karyawan sesuai dengan kebijakan pemerintah. Di samping itu, kebijakan tersebut juga dinilainya dapat menekan pengeluaran.

Total, ada 20 karyawan mal dan enam orang karyawan bioskop. Selama PPKM, hanya tujuh orang karyawan mal dan satu karyawan bioskop yang bekerja.

“Untuk PHK karyawan tidak ada. Kami hanya melakukan penyesuaian gaji dan penyesuaian sif kerja,” sambungnya.

Satriya melanjutkan, saat ini hanya ada dua tenant kuliner yang masih buka, yakni J-Co dan MAKO cake and bakery.

Kedua tenant kuliner itu masih dibuka dengan protokol kesehatan (prokes) dan hanya melayani take away (bungkus). Kebijakan itu berlaku hingga berakhirnya masa PPKM level 4 pada 25 Juli mendatang.

Lebih lanjut, Satriya menyampaikan aturan take away juga mempengaruhi pendapatan mal. Saat ini pihaknya hanya dapat melakukan promosi via online untuk menarik konsumen.

“Kami tetap mengikuti imbauan pemerintah. Walaupun memasarkan secara online. Tapi mau tidak mau kami harus tetap eksis,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...