Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kasus Covid-19 di Kudus Terus Menurun, Masyarakat Tetap Diimbau Patuh 5M

Petugas tengah bekerja di dalam laboratorium biomolekuler RSUD Loekmono Hadi Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Kudus terus mengalami penurunan jumlah dari hari ke hari. Hingga Kamis (22/7/2021) malam tadi, jumlah kasus aktif berada di angka 311 orang. Dengan rincian 88 pasien dirawat dan 223 pasien isolasi mandiri.

“Untuk total akumulasi kasusnya saat ini berada di angka 15.890 orang. Dari jumlah tersebut juga sudah ada sebanyak 14.312 orang pasien yang sudah sembuh dan 1.267 pasien yang meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo, Jumat (23/7/2021).

Walau jumlah kasus aktif mengalami penurunan dari hari ke hari, Badai tetap mengingatkan jika penambahan pasien harian masih terjadi. Hanya, hal tersebut juga dibarengi dengan penambahan pasien sembuh yang jumlahnya cukup signifikan.

Hal tersebut, lanjut dia, juga terjadi selama sepekan terakhir. “Seperti semalam, ada 101 kasus baru namun juga ada sebanyak 161 kasus yang sembuh. Sehingga secara akumulasi bisa mengurangi jumlah pasien aktif di Kudus,” ujarnya.

Semua desa di Kabupaten Kudus pun kini tak ada yang berstatus zona merah. Setelah pada pekan lalu, masih ada dua desa dengan status zona merah. Hanya memang tetap didominasi zona oranye.

Walau demikian, Badai berharap masyarakat tak mengendurkan penerapan protokol kesehatan 5M. Mulai dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Dengan begitu penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kudus bisa ditekan semaksimal mungkin.

“Ini jadi perhatian kita bersama, karena untuk menurunkannya perlu sinergitas baik dari masyarakat, pemerintah, dan unsur-unsur lainnya,” ujar Badai.

Bupati Kudus HM Hartopo menyebutkan, jika pemkab memang terus melakukan berbagai upaya untuk menekan kasus Covid-19. “Yang terpenting untuk saat ini kami fokus untuk menurunkan jumlah kasusnya,” jelas Hartopo.

Diketahui, Kabupaten Kudus sendiri sempat berada di zona merah penularan Covid-19 pada pertengahan Juni lalu. Di mana titik tertinggi kasus aktif saat itu adalah mencapai dua ribu orang lebih.

Kemudian di awal Juli, kasus mulai menunjukkan grafik penunuran. Tren tersebut pun terus berlangsung sampai sekarang. Hingga akhirnya Kabupaten Kudus turun ke zona oranye.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...