Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Beberapa Atlet Dunia Sudah ‘Kalah Sebelum Bertanding’ di Olimpiade Tokyo 2020

Petembak Inggris, gagal berlaga di Olimpiade 2020, gegara Covid-19. (https://twitter.com/mediaindonesia)

MURIANEWS, Jakarta- Penularan Covid-19 di arena Olimpiade 2020 Tokyo, masih terus membayangi menjelang upacara pembukaannya. Terakhir, Covid-19 dilaporkan telah ‘mengalahkan’ atlet petembak asal Inggris.

Amber Hill, atlet petembak Inggris yang sejauh ini mencatatkan sebagai petembak nomor satu dunia, akhirnya harus merelakan kesempatannya meraih medali emas. Petembak yang memiliki peringkat teratas di nomor Skeet putri ini, akhirnya harus mundur dari Olimpiade 2020 Tokyo.

Atlet ini akhirnya tidak jadi berangkat ke Tokyo, setelah hasil test yang dilakukan terhadapnya menunjukan hasil positif. Kegagalannya berangkat ke Olimpiade 2020, membuatnya menghadapi penyesalan mendalam.

“Setelah lima tahun berlatih dan melakukan persiapan, saya benar-benar hancur,” katanya dalam sebuah pernyataan tim, seperti dikutip dari Solo Pos, Kamis (22/7/2021).

Sementara itu atlet tenis meja asasl Republik Ceko, Pavel Sirucek menjadi anggota ketiga kontingen negaranya yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Pavel mendapati hasil positif saat sudah berada di Olimpic Village, Tokyo.

Sirucek adalah anggota terakhir dari kontingen Ceko yang dinyatakan positif, setelah pemain bola voli pantai Ondrej Perusic dan pelatih bola voli pantai Simon Nausch yang asal Austria.

“Seorang anggota staf Ceko juga gagal dalam tes saat mendarat di Tokyo. Kami sangat menyesali situasi ini,” kata ketua tim Ceko Martin Doktor.

Ironisnya, hasil tes positif Sirucek diumumkan hanya beberapa menit sebelum dilaksanakannya undian cabang tenis meja. Pengumuman itu langsung membuat si atlet terpukul karena gagal melakukan debutnya di arena Olimpiade 2020.

Perasaan frustasi juga dialami oleh Atlet Taekwondo asal Chile, Fernanda Aguirre. Atlet andalan Chile ini diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 setibanya di di Jepang, setelah sebelumnya menjalani pelatihan di Uzbekistan.

“Dia tidak menunjukkan gejala dan dalam kesehatan yang baik, tetapi sayangnya tidak akan dapat bersaing karena pihak berwenang Jepang memberlakukan karantina 10 hari,” demikian pernyataan dari Komite Olimpiade Chile.

Atlet berusia 21 tahun, yang memenangkan medali perunggu di Pan American Games 2019 untuk Chilie ini, telah dipindahkan ke fasilitas isolasi. Ketentuan yang berlaku di Jepang mengharuskan si atlet harus 10 hari menjalani isolasi. Termasuk para pelatih dan kontak eratnya.

Nasib yang sama juga dialami oleh skateboard Belanda, Candy Jacobs yang juga harus keluar dari persaingan, bahkan saat Olimpiade belum dibuka secara resmi. Melalui ajkun nstagramnya, Jacobs mengatakan bahwa dirinya sudah berusaha keras mencegah ‘hal ini’ terjadi.

“Sayangnya saya dinyatakan positif Covid-19 pagi ini, yang berarti perjalanan Olimpiade saya berakhir di sini,” kata atlet berusia 31 tahun itu dalam akunnya.

Olimpiade Tokyo digelar dalam “gelembung” biosecure, dengan para atlet dites setiap hari dan di bawah perintah untuk tetap menjaga jarak dan mengenakan masker saat tidak berkompetisi, berlatih, makan atau tidur. Tetapi kasus terbaru menunjukkan bahwa para atlet berada dalam situasi yang rawan.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Solo Pos

Comments
Loading...