Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Keluhkan Penyekatan, Driver Ojol: Sudah Rugi Masih Dimaki Pelanggan

Pengemudi ojek online menunggu orderan di Kawasan Alun-Alun Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kebijakan penyekatan selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dikeluhkan warga. Apalagi, Kabupaten Kudus masuk dalam kebijakan PPKM level 4 yang dimulai sejak 21 Juli 2021 hingga 25 Juli 2021.

Keluhan itu datang dari para pengemudi atau driver ojek online. Mereka mengaku merugi karena uang yang didapatkannya tak sebanding dengan pengeluaran untuk membeli bahan bakar. Sudah begitu, mereka juga sering mendapatkan makian dan komplain dari calon penumpang atau pelanggannya karena terlambat.

“Ibaratnya dari yang biasanya sebelum ada penyekatan itu mudah, sekarang semenjak ada penyekatan seperti ini perjalanan jadi lebih lama karena harus nyari jalan yang tidak disekat,” kata Adi Satya, driver ojol asal Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kudus katanya, Kamis (22/7/2021).

Akibat harus mencari jalan yang tidak disekat itu, bahan bakar yang dikonsumsi kendaraanya pun makin banyak. Biasanya, dalam sehari dia mengalokasikan Rp 50 ribu untuk bahan bakar. Sekarang, menjadi Rp 60 ribu.

Padahal, dalam sehari dengan jam kerja mulai jam 06.00 hingga 22.00, dia hanya mengantongi penghasilan sekitar Rp 100 ribu. Namun, keuntungan bersih yang didapatnya kurang dari Rp 50 ribu.

Senada dengan Firlli, driver ojek lainnya, asal Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo. Tak jarang dia mendapatkan komplain dan umpatan.

“Ya sering, apalagi seperti saat ini harus nyari jalan yang tidak disekat, sehingga butuh waktu lebih lama dari biasanya. Biaya untuk beli bensin jadinya membengkak, sekarang sampai Rp 40 ribu. Padahal biasanya nggak sampai Rp 40 ribu,” katanya, Kamis (22/7/2021).

Firlli pun berharap kebijakan penyekatan itu dikaji kembali.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus, Putut Sri Kuncoro saat dihubungi MURIANEWS meminta masyarakat bersabar. Menurutnya penyekatan dilakukan untuk memecah arus agar tidak terlalu banyak lalu lalang di pusat kota.

“Apalagi saat ini kan masih pandemi juga. Kami minta masyarakat untuk bersabar dan kami mohon maaf juga apabila ada yang terdampak. Karena ini bukan untuk kepentingan Polres Kudus maupun Dishub Kudus. Melainkan untuk semua lapisan masyarakat,” pungkasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...