Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

12 Anggota DPRD Jateng Kena Covid-19, Semua Isolasi Mandiri

Gedung Berlian DPRD Jateng. (istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Kabar tak mengenakkan datang dari Kantor DPRD Jateng. Sebanyak 12 anggota saat ini diketahui terpapar virus Corona atau Covid-19 dan masih menjalani isolasi mandiri.

“Anggota yang kena (Covid-19), silih berganti. Tercatat kemarin 12 ya, ini masih isoman,” kata Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman seperti dikutip Detik.com.

Hanya saja, lanjutnya, jika dihitung sejak pandemi Covid-19 sudah ada 25 anggota DPRD Jateng yang terpapar. Bahkan, ada juga yang meninggal dunia.

Sementara itu selama PPKM, lanjutnya, kunker anggota dewan dihentikan semua. Namun untuk pantauan pada pelaksanaan vaksin masih tetap dilakukan di lapangan.

“Dihentikan, semua (kunker). Baru tadi sidang paripurna karena memang agendanya mendesak, tetapi pantauan kepada pelaksanaan vaksin, pelaksanaan bantuan-bantuan seperti ini di lapangan terus,” imbuh Sukirman.

Terpisah, sejumlah wilayah di Jawa Tengah terbagi menjadi PPKM level 3 dan 4. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para kepala daerah di wilayahnya menerapkan aturan yang sama tanpa memperhatikan level PPKM.

“Sudah ada petunjuknya, sekarang namanya tidak darurat, pakai levelling. Mendagri sudah keluar levelnya mana level 3 dan level 4,” kata Ganjar di kantornya, Semarang, Rabu (21/7).

Ganjar menyebut perbedaan level itu bisa membuat wilayah perbatasan menjadi dilematik. Oleh karena itu, dia bakal berkoordinasi dengan bupati dan wali kota di Jateng agar menerapkan aturan yang sama tanpa melihat level.

“Ini agak dilema karena dilemanya kalau level tinggi lebih ketat. Problemnya kalau daerahnya perbatasan akan problem. Khusus Jateng akan saya bicarakan dengan teman-teman bupati sebaiknya lakukan aturan bersama. Kayak dulu ketika ada kabupaten/kota yang aturannya yang zona merah dan oranye sehingga yang di merah semua ditutup yang oranye tidak, kemudian terjadi perpindahan warga. Justru para bupati/wali kota punya pikiran semua disamakan,” jelas Ganjar Pranowo.

“Maka kita call tinggi aja, semua sama. Kita tahan dulu agar bisa kendalikan gitu,” imbuhnya.

Ganjar pun tidak ambil pusing soal perbedaan levelling dan zonasi penyebaran virus Corona di Jawa Tengah. Ganjar memastikan penanganan virus Corona harus bersinergi dan disiplin.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...