Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bobol Rumah, Resedivis di Purbalingga Kembali Dicokok Polisi

Kabag Ops Polres PurbaIingga Kompol Pujiono saat melakukan jumpa pers kasus pencurian. (Polda Jateng)

MURIANEWS, Purbalingga – Polsek Kutasari berhasil meringkus pelaku pembobol rumah yang terjadi di wilayahnya. Pelaku diketahui berinisial TF (29) seorang buruh warga Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga yang merupakan resedivis kasus pencurian 2015 lalu.

Kabag Ops Polres PurbaIingga Kompol Pujiono menjelaskan, pelaku merupakan pelaku pencurian dengan pemberatan di rumah milik Pandi Setiawan (36) warga Desa Karangklesem, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Pencurian dilakukan pelaku pada Senin (12/7/2021) malam saat korban sedang tertidur.

“Modus pelaku yaitu masuk ke rumah korban melalui pintu belakang yang tidak dikunci. Kemudian mengambil sejumlah barang yang ada di dalam rumah seperti handphone dan dompet berisi uang kemudian kabur membawa hasil curian,” jelasnya dalam siaran pers di laman Tribrata Polda Jateng, Rabu (21/7/2021).

Dari aksinya, pelaku berhasil mengambil dua buah handphone milik korban. Selain itu, mengambil tas kecil/dompet berisi uang sebesar Rp 4 juta. Akibat pencurian tersebut, korban total menderita kerugian sebesar Rp 7 juta.

“Berdasarkan laporan korban, Unit Reskrim Polsek Kutasari kemudian melakukan penyelidikan. Pelaku akhirnya berhasil diidentifikasi kemudian dilakukan penangkapan pada Selasa (13/7/2021),” jelasnya.

Dari tangan pelaku diamankan sejumlah barang bukti yakni 1 unit telepon genggam merk Vivo Y20 warna putih, 1 unit telepon genggam merk Oppo A1K warna hitam, dompet kain warna Hitam-Emas, Charger HP Vivo warna putih. Sementara dari korban diamankan barang bukti berupa dus telepon genggam tersebut.

“Untuk uang hasil curian menurut pelaku sudah habis digunakan untuk membayar hutang. Pelaku yang baru beberapa bulan menikah mengaku memiliki hutang untuk biaya menikah,” jelasnya.

Dari data yang diperoleh, pelaku merupakan residivis kasus pencurian. Ia telah dua kali menjalani hukuman akibat melakukan pencurian sepeda motor dan pencurian telepon genggam. Dua kasus pencurian tersebut terjadi pada tahun 2015.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 ayat (1) ke-3 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Tribrata Polda Jateng

Comments
Loading...