Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bikin Video Sindiran, Pedagang Kuliner Kudus: Setuju Tidak ASN Bayar Tiga Kali Lipat?

Tangkapan layar video sindiran untuk ASN. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Komunitas pedagang kuliner di Kudus membuat video sindiran lantaran mereka terdampak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Sindiran itu ditunjukkan ke pemerintah dan Aparatur Sipil Negeri (ASN).

Di video itu terdapat beberapa pedagang kuliner yang merasa dampak akibat PPKM Darurat dan kebijakan larangan dine in (makan di tempat). Terlihat beberapa pedagang berkeluh kesah.

Satu per satu pedagang kuliner dimintai pendapat soal pendapat jika ASN diminta untuk membayar tiga kali lipat.

“Setuju tidak kalau ASN disuruh bayar tiga kali lipat?,” tanya seseorang di video itu kepada pedagang kuliner.

“Setuju karena mereka kan gajinya tetap,” jawab salah seorang pedagang di video itu.

Jawaban lain juga datang dari pedagang kuliner lainnya. Dia juga tidak sependapat dengan aturan PPKM Darurat.

“Setuju, lha tidak kerja saja bayaran kok,” jawab pedagang kuliner di video tersebut.

Pedagang kuliner lainnya juga meminta kalau bisa ASN jangan hanya membayar tiga kali lipat. Tetapi, kalau bisa sampai lima kali lipat.

Lha kok ping telu, ping limo gene. (Lha kenapa kok tiga kali. Lima kali kenapa?),” terangnya.

Di akhir video juga ada sindiran terkait PPKM Darurat. Sindiran itu disampaikan lewat video seorang pedagang memilih tinggal di warung karena tidak bisa pulang akibat penyekatan jalan.

Mboten saged wangsul. Dalane ditutup. (Tidak bisa pulang. Jalannya ditutup),” ungkap seseorang di video tersebut.

Koordinator Komunitas Kuliner Kudus, Robby Adiarta membenarkan video sindiran itu dibuat oleh Komunitas Kuliner di Kudus.

Robby menyampaikan tujuan video tersebut dibuat sebatas untuk memberikan sindiran kepada ASN yang mana juga merupakan pembuat kebijakan di Kota Kretek.

“Tidak ada niatan untuk benar-benar menarik biaya tiga kali lipat. Kami sebatas menyindir saja. Karena ASN kan pembuat kebijakan juga,” sambungnya.

Robby menyebut pihaknya juga tidak ada niatan mencari omzet dengan menaikkan harga hingga tiga kali lipat. Dia hanya berharap ASN yang juga pembuat kebijakan bisa memberikan solusi.

”Harapan teman-teman kuliner dan pedagang lainnya walaupun ada PPKM Darurat kami ingin dilonggarkan. Yang penting tetap prokes,” harapnya.

Sementara itu, pedagang kuliner lainnya Faesal Adam menjelaskan laranagan makan di tempat membuat penghasilananya turun drastis.

“Gara-gara tidak boleh ada dine in penjualan kami menurun. Video tersebut kami buat sebagai bentuk sindiran,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...