Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Duh, 80 Persen CCTV Dishub yang Terpasang di Kudus Ternyata Mati

Ruang pemantau CCTV di Dinas Perhubungan Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Sebagian besar kamera pengawas atau CCTV milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus yang terpasang di sejumlah titik di kabupaten ini dalam kondisi mati.  Dari 26 CCTV yang terpasang, kini hanya tinggal lima unit yang bisa beroperasi.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Putut Sri Kuncoro mengatakan, 26 CCTV milik Dishub itu terpasang di 23 titik di Kudus.

“Sementara ini tinggal lima CCTV yang menyala. Itu pun yang tiga menyala, dan yang dua kadang bisa terkoneksi kadang tidak,” katanya, Rabu (21/7/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan, matinya CCTV itu dikarenakan faktor hujan lebat yang beberapa bulan lalu kerap mengguyur Kudus. Sehingga mengakibatkan sejumlah konektor atau sambungan yang menghubungkan CCTV itu rusak.

“Sekitar empat bulan lalu karena hujan lebat dan membuat CCTV tidak bisa terkoneksi. Memang perlu perawatan, sebenarnya untuk CCTVnya masih nyala, semua masih bagus. Tapi untuk konektornya memang rusak, karena kami belum menggunakan fiber optic, masih manual point to point,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan CCTV yang terpasang di 23 titik tersebut sangatlah penting untuk memantau lalu lintas ataupun untuk membantu kepolisian mengungkap jika terjadi kriminalitas.

“CCTV itu sangat penting dan gunanya sangat penting untuk masyarakat. Contoh jika terjadi laka atau tindak kriminal, insyallah bisa membantu, dulu itu sering,” ucapnya.

Sebenarnya pihaknya sudah pernah menganggarkan untuk perbaikan CCTV tersebut. Namun terkena refocusing anggaran yang dialihkan untuk penanganan Covid-19. Kedepan pihaknya akan mengajukan anggaran untuk perawatan dan perbaikan CCTV dalam Perubahan APBD 2021.

“Nanti kisaran Rp 100 juta. Dari alokasi itu, kalau tidak ada yang fatal untuk perawatan bisa Rp 75 juta,” imbuhnya.

Pihaknya juga memohon maaf saat ini belum bisa maksimal memberikan informasi rekaman CCTV kepada masyarakat ketika terjadi kecelakaan.

“Mohon maaf untuk teman-teman yang membutuhkan data lewat CCTV, kami belum bisa melayani dengan maksimal,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...