Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Legenda Macan Muria, Cucun Sulistyo Ikut Bursa Pelatih Persiku

Cucun Sulistyo. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Salah satu legenda Macan Muria julukan Persiku Kudus ikut bursa pelatih Persiku. Nama tersebut adalah Cucun Sulistyo. Dia resmi menjadi calon Pelatih Persiku setelah mendaftarkan diri secara daring (online), hari ini (21/7/2021) pukul 05.00.

Diketahui, Cucun dulunya merupakan penggawa Persiku. Saat itu, dia berposisi sebagai pemain bertahan. Cucun juga pernah ditunjuk sebagai pelatih Persiku Junior. Selepas gantung sepatu, dia lebih banyak berkecipung di dunia kepelatihan untuk bakat muda di Kudus.

“Sebagai warga Kudus, saya punya kewajiban untuk ikut mendaftar. Karena sejak dulu sedikit banyak kan saya juga ikut dibesarkan oleh Persiku,” katanya, Rabu (21/7/2021).

Dia mengaku tertarik dengan keberadaan kepengurusan yang dimanajeri Ferdaus Ardyansyah. Untuk itulah demi mengembangkan Persiku, Cucun mendaftarkan diri.

“Ini bentuk dukungan saya. Karena ketika ada yang peduli terhadap Persiku dan ingin mengubah Persiku menjadi lebih baik kenapa tidak,” ujar Cucun.

Cucun berharap dengan adanya kepengurusan yang baru ini dapat membawa Persiku lebih baik ke depannya. Selain itu Cucun berkeinginan agar Persiku bisa berprestasi dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kudus.

Nama lain yang digadang-gadang, adalah Widhoro Heriyanto. Widhoro merupakan Asisten Pelatih Persiku sejak 2008 hingga 2020. Namun, Widhoro yang saat ini menjabat Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan Olahraga (PPOR) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus urung mendaftarkan diri.

Widhoro mengaku ingin beristirahat dari Persiku. Menurutnya saat ini masih banyak pelatih lokal asal Kudus yang bagus.

“Untuk sementara, saya tidak daftar dulu. Masih banyak teman-teman pelatih lokal yang punya kemampuan di atas saya. Baik secara kemampuan maupun lisensi,” katanya terpisah.

Menurutnya, perlu ada kaderisasi di tubuh Persiku. Sebab, banyak pelatih lokal dan masih muda yang mempunyai potensi. Dia juga berharap agar pelatih lokal Kudus maupun luar Kudus diberi kesempatan.

“Jangan langsung menuntut terlalu tinggi. Biarkan pelatih maupun pemain lokal itu berproses dan berilah kesempatan. Karena kalau tidak diberi kesempatan nanti mereka justru tenggelam atau bahkan cari kesempatan ke luar Kudus,” ungkapnya.

Widhoro menambahkan, kendati nantinya tidak lagi berada di ofisial Persiku, dia menyampaikan akan terus mendukung Persiku. Dia juga menegaskan bukan menolak, melainkan ingin memberi kesempatan agar ada kaderisasi.

“Bukan saya menolak ya. Tetapi harus ada kaderisasi. Saya juga akan terus mendukung Persiku. Saya bisa jadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) seperti sekarang itu juga dari Persiku,” imbuhnya.

Terpisah, Manajer Persiku Ferdaus Ardyansyah sudah memberitahu semua pihak bahwa sudah ada pendaftaran Persiku. Baik untuk posisi pelatih hingga kitman.

“Saya sudah menghubungi teman-teman. Ini dalam artian memberitahu kalau sudah ada pendaftaran untuk Persiku. Bukan berarti ada maksud lain-lain tidak. Karena nanti semuanya saya ingin ada transparansi,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...