Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Masa PPKM, Masih Ada Warga Grobogan Nekat Gelar Hajatan Pernikahan

Hajatan pernikahan yang dilangsungkan warga di Kecamatan Karangrayung dihentikan petugas karena dinilai melanggar aturan. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diperpanjang hingga 25 Juli dan beralih nama menjadi PPKM level 3 – 4. Ternyata, pada masa itu masih ada warga yang nekat menyelenggarakan hajatan pernikahan. Padahal, Kabupaten Grobogan merupakan salah satu daerah dengan kategori level 4.

Salah satunya dilakukan warga Desa Mangin, Kecamatan Karangrayung. Meski tidak mengundang hiburan, kegiatan yang berpotensi mendatangkan banyak orang itu akhirnya dihentikan Satgas Covid-19 tingkat kecamatan.

Kapolsek Karangrayung AKP Sunaryanto saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. Dia menjelaskan, warga yang menggelar hajatan pernikahan itu bernama Munasir. Selanjutnya, tim Satgas Covid-19 Kecamatan Karangrayung mendatangi lokasi untuk menghentikan kegiatan tersebut.

“Dalam kegiatan hajatan pernikahan tadi ada pemasangan tratak. Tetapi pihak tuan rumah tidak mendatangkan hiburan. Meski demikian, kegiatan ini tetap kita hentikan,” jelasnya, Rabu (21/7/2021).

Tindakan tegas itu dilakukan petugas karena dinilai melanggar Surat Edaran (SE) Bupati Grobogan Nomor 360/2704/2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di Kabupaten Grobogan.

Di kesempatan itu, sebelum dihentikan, pihaknya lebih dulu memberikan penjelasan pada pemilik acara. Di mana, sesuai dengan peraturannya, kegiatan pesta hajatan harus dihentikan sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Usai mendapat penjelasan yang dilakukan secara persuasif, pihak tuan rumah bisa menerima penghentian kegiatan itu. Setelah ijab qobul selesai, tuan rumah sanggup untuk menghentikan acara tersebut dan membokar tenda serta bersedia membuat surat pernyataan,” imbuhnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...