Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Picu Kerumunan, Polda Jateng Ingatkan Penutupan Jalan Bukan untuk Sarana Olahraga

Sejumlah warga memanfaatkan Jalan Slamet Riyadi, Solo yang ditutup selama PPKM darurat untuk berolahraga, Minggu (18/7/2021). (Semarangpos.com-Nicolous Irawan)

MURIANEWS, Semarang – Banyaknya masyarakat yang memanfaatkan penutupan ruas jalan sebagai tempat olahraga mendapat sorotan Polda Jateng. Itu terjadi lantaran aktivitas berolahraga tersebut berpotensi menimbulkan kerumunan baru.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menjelaskan, tujuan dari penutupan ruas jalan sebenarnya untuk membatasi dan mengurangi mobilitas warga. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak memanfaatkan lengangnya jalan sebagai tempat baru untuk berolahraga

Ia pun mengakui, sejauh ini sejumlah ruas jalan yang ditutup akibat penerapan PPKM darurat di sejumlah daerah di Jateng kerap dimanfaatkan warga untuk berkegiatan olahraga, seperti jalan kaki maupun bersepeda.

Salah satunya adalah ruas Jalan Slamet Riyadi di Kota Solo. Pada Minggu (18/7/2021) pagi, ruas Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jateng yang mengalami penutupan selama PPKM darurat bahkan digunakan sejumlah warga untuk berkegiatan layaknya ketika car free day.

Padahal, selama PPKM darurat, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo meniadakan agenda car free day. Pemkot Solo juga menutup sejumlah ruas jalan, selain Jalan Slamet Riyadi untuk meminimalisasi kerumunan warga.

“Upaya untuk menghalau [kerumunan] juga sudah dilakukan pihak Polresta Solo. Begitu juga dengan daerah lain,” tutur Iqbal seperti dikutip Semarangpos.com.

Lebih lanjut, Iqbal mengatakan selama PPKM darurat, Kota Semarang masih menempati posisi pertama dalam kasus aktif di Jateng.

Hingga Senin (19/7/2021), total kasus Covid-19 di Jateng mencapai 325.085 orang. Perinciannya, kasus aktif mencapai 34.143 orang, kasus sembuh 271.884 orang, dan kasus kematian mencapai 19.778 orang.

Sedangkan daerah dengan kasus paparan tertinggi adalah Kota Semarang dengan 27.557 orang. Selanjutnya Kabupaten Kudus dengan 27.557 orang, dan Kabupaten Banyumas dengan 15.293 orang.

“Sedangkan daerah dengan persentasi paparan Covid-19 terendah ada di Kota Tegal, yakni 2.446 orang. Kemudian Kota Salatiga dengan 2.825 orang, dan Kota Magelang dengan 3.203 orang,” jelas Iqbal.

Iqbal menambahkan selama PPKM darurat, Polda Jateng juga mendirikan 45 gerai vaksinasi. Polda Jateng juga telah melakukan vaksinasi terhadap 9.381 orang, dengan jumlah vaksin mencapai 449.927 dosis.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Semarangpos.com

Comments
Loading...