Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

34 Kecelakaan Terjadi di Kudus Selama PPKM Darurat, Dua Korban Meninggal

Ipda Firman Abit Prasetya, Kanit Laka Satlantas Polres Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 34 kasus kecelakaan terjadi di Kudus selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Jumlah kasus ini tercatat 3-19 Juli 2021.

Kanit Laka Satlantas Polres Kudus Ipda Firman Abit Prasetya menyebut, dari 34 kasus kecelakaan tersebut mengakibatkan dua orang korban meninggal dunia. Selain itu, juga ada dua korban mengalami luka berat.

“Korban yang mengalami luka ringan ada 37 orang. Dari 34 kasus kecelakaan itu kerugian materialnya sebesar Rp 12,3 juta,” katanya, Selasa (20/7/2021).

Menurutnya, kecelakaan tersebut kerap terjadi di dua jalur yang menjadi titik rawan kecelakaan. Yakni di Jalan Lingkar Timur, turut Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, dan Jalan Kudus-Pati, Desa Terban, Kecamatan Jekulo.

“Korban kecelakaan yang paling banyak berusia antara usia 21-40 tahun, didominasi pekerja swasta. Ada juga dua yang masih pelajar dan seorang mahasiswa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut faktor yang memengaruhi angka kecelakaan yang cukup banyak ini, lantaran turunya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

“Kecelakaan itu 40-60 persennya terjadi di malam hari, rata-rata dini hari. Kesadaran tertib berlalu lintas memang menurun, salah satunya banyak kendaraan yang tidak dilengkapi dengan lampu, sehingga sangat berpengaruh,” terangnya.

Pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan sejumlah upaya dalam menekan angka kecelakan. Yakni dengan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas agar masyarakat bisa semakin sadar.

“Kami akan pasang banner tentang pentingnya tertib berlalu lintas. Kami juga akan usulkan agar dibuatkan rambu di beberapa titik yang rawan kecelakaan,” ucapnya.

Pihaknya mengajak  masyarakat untuk tetap tertib saat berlalu lintas. Dan juga mengimbau agar sementara waktu bisa mengurangi mobilitas di luar rumah seperti anjuran dari pemerintah.

“Kami minta untuk mengikuti anjuran dari pemerintah untuk tetap di rumah saja dan mematuhi protokol kesehatan. Dan demi keselamatan berlalu lintas, kami sangat harapkan masyarakat bisa tertib saat berkendara, mulai memakai helm, sabuk pengaman, hingga mengecek kesiapan kendaraan,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...