Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Wali Kota Mataram Sumbangkan Gaji untuk Warga Terdampak PPKM

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana menyerah bantuan untuk warga terdampak PPKM. (Instagram/@semeton_hmr)

MURIANEWS, Mataram – Keputusan yang diambil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mungkin patut dicontoh bagi kepala daerah lainnya. Dia menyumbangkan gaji pokok selama satu bulan miliknya untuk membantu warga yang terdampak PPKM darurat di Kota Mataram.
H Mohan Roliskana berharap langkahnya itu dapat menambah bantuan bagi masyarakat yang terdampak PPKM darurat.

“Harapannya, bisa menambah bantuan bagi masyarakat yang terdampak PPKM darurat. Jadi bantuan tidak hanya beras, tapi bisa dalam bentuk paket kebutuhan pokok lainnya,” ungkapnya usai menyerahkan secara simbolis bantuan beras bagi 13.880 warga yang terdampak PPKM darurat seperti dikutip Merdeka.com, Senin (19/7/2021).

Selain Wali Kota, Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman juga menyumbangkan gajinya untuk membantu warga yang terdampak pandemi COVID-19. H Mohan Roliskana juga mengimbau para pejabat eselon II di lingkup Pemkot Mataram ikut menyisihkan sebagian penghasilan bulan ini untuk membantu warga yang terdampak PPKM darurat.

“Untuk eselon II besarannya tergantung keikhlasan, sebab saya tidak mau memaksa. Tapi saya yakin para pejabat eselon II bisa menyisihkan sebagian penghasilannya karena ini masalah kemanusiaan,” katanya.

Menurutnya, apa yang dilakukannya itu merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat. Apalagi saat ini, banyak masyarakat yang mengalami kesulitan di masa pandemo Covid-19.

“Untuk tahap awal kita ambil satu bulan, sambil melihat perkembangan dan kondisi ke depan,” ia menambahkan.

Sekretaris Daerah Kota Mataram H Effendi Eko Saswito mengungkapkan besaran gaji Wali Kota dan Wakil Wali Kota adalah sekitar Rp6.000.000. Pihaknya akan mengimbau para pejabat eselon II di lingkup Pemerintah Kota Mataram, agar mereka menyumbangkan 50 persen dari tambahan penghasilan pegawai (TPP).

“Kalau Pak Wali Kota dan Pak Wakil menyumbangkan gajinya 100 persen, kami berharap (pejabat) eselon II bisa 50 persen dari TPP. Kisaran TPP pejabat eselon II sekitar Rp5.000.000,” katanya.

Namun dia menekankan bahwa itu hanya sekadar imbauan. Para pejabat pemerintah bisa memberikan sumbangan sesuai keikhlasan. Aparat sipil negara yang lain juga bisa menyampaikan bantuan bagi warga yang terdampak pandemi melalui organisasi perangkat daerah tempat mereka bertugas.

“Untuk jenis bantuan, akan diberikan dalam bentuk paket sembako dan untuk sasarannya sepenuhnya akan diverifikasi oleh Dinas Sosial,” katanya.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Merdeka.com

Comments
Loading...