Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Rembukan Online dengan Kades, Cara Ganjar Mengurai Masalah Penanganan Covid di Desa

Ganjar Pranowo saat berembuk dengan para kades secara online terkait penanganan Covid-19. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Senin (19/7/2021) menggelar rembukan online dengan para kades. Program ini akan dilakukan setiap hari bergilir tiap kabupaten, untuk mencari dan menyelesaikan berbagai permasalahan penanganan Covid-19.

Hari ini giliran para kades di Kabupaten Banjarnegara yang mendapat giliran pertama. Ada 244 kades dan lurah di Banjarnegara mengikuti kegiatan yang disiarkan secara live streaming di Youtube, Facebook, dan Instagram Ganjar Pranowo.

Ganjar menyebut, program yang mendayagunakan entitas desa ini diharapkan mampu menampung informasi faktual yang ada di lapangan. Termasuk mendengar keluhan atau kendala yang dihadapi desa dalam penanganan pandemi.

Para kades bergantian menyampaikan apa saja yang telah dilakukan untuk penanganan pandemi. Termasuk kendala yang dihadapi selama ini.

Kades Bawang, Purwandaru misalnya. Ia semangat menyampaikan pelaksanaan PPKM Darurat di desanya.

Kepada Ganjar, Purwandaru menjelaskan bahwa pihaknya aktif menggelar operasi yustisi gabungan bersama TNI/Polri, Forum Kesehatan, tokoh masyarakat sampai Ketua RT/RW.

“Kegiatan kami menitikberatkan pada peningkatan kesadaran. Kami persuasif menyadarkan jika ada yang teledor prokes,” katanya.

Jogo Tonggo di desanya disebutkan juga berjalan baik. Ada 22 orang yang positif corona di desanya, semua isolasi di rumah dan ditangani Jogo Tonggo.’

Termasuk pihaknya menyiapkan dana sebesar Rp 250 ribu untuk keluarga yang menjalani isolasi mandiri.

“Selain bantuan dari tetangga, kami juga menganggarkan melalui Dana Desa. Setiap warga yang isolasi mandiri, kami beri bantuan Rp250.000. Kami juga punya call center yang bisa digunakan masyarakat untuk bertanya terkait penanganan Corona,” ucapnya.

Ganjar mengatakan, sengaja mengajak lurah/kades rembugan untuk ngecek kondisi di lapangan. Dari obrolan bersama kades-kades itu, Ganjar bisa memastikan kondisi yang terjadi.

“Tadi tiga Kades Banjarnegara saya tanya, bagaimana mengelola isoman. Mereka tahu dengan detil. Sehingga kalau kita mau mendistribusikan pada mereka yang sakit apakah obat atau makanan, itu mereka bantu,” katanya.

Selain itu, Ganjar juga memastikan bagaimana penggunaan Dana Desa untuk penanganan corona. Dari rembugan desa itu terbukti, bahwa lurah/kades sudah menggunakan delapan persen Dana Desa untuk penanganan Covid-19.

“Jadi Dana Desa sudah dipakai dari dulu, sudah lancar penggunaanya. Selain itu, Jogo Tonggo juga ternyata berjalan. Mendengar itu, saya optimis bisa menjalankan itu karena Lurah/Kades relatif bisa menangani,” jelasnya.

Meski begitu, ada pula usulan beberapa lurah/kades terkait bantuan bagi rakyatnya yang menginginkan vaksinasi. Selain itu ada juga masukan bantuan bagi pedagang yang terdampak pandemi dan juga oksigen bagi isoman di rumah.

“Kades-kades ini perlu kita ajak bicara karena mereka memiliki pengalaman yang mungkin kita tidak tahu. Mereka kan ada di lapangan, jadi tahu persis. Jadi akan kita gulirkan terus, sehingga kita tahu apa yang terjadi di Jawa Tengah,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...