Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Capaian Rendah, Vaksinasi Remaja di Jepara Harus Digenjot

Salah satu remaja sedang mengikuti skrining vaksinasi di Gedung Wanita Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mesti menggenjot lebih keras lagi dalam melaksanakan vaksinasi. Terutama vaksinasi bagi kalangan remaja usia 12-17 tahun yang capaiannya masih rendah.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jepara Muh Ali menyebut, sasaran vaksinasi remaja adalah 112.798 orang. Namun, hingga hari ini yang tervaksin dosis pertama baru 1.393 remaja.

“Kalau dosis yang kedua baru enam orang,” sebut Muh Ali, Senin (19/7/2021).

Sementara itu, di tingkat Provinsi Jawa Tengah, dalam vaksinasi remaja, Kota Ukir menempati rangking kelima. Masih kalah dengan Kabupaten Demak dan Kabupaten Blora.

Muh Ali memaparkan, vaksinasi untuk tenaga kesehatan sudah mencapai 5.165 orang. Untuk pelayan publik telah 61.508 orang, warga lanjut usia sudah 20.247 orang, masyarakat rentan dan umum sudah 43.870 orang.

“Total masyarakat yang sudah tervaksin sudah ada 132.177 orang,” ujar Muh Ali.

Ia menambahkan, stok vaksin jenis Sinovac di Jepara masih sebanyak 609 vial atau 6.090 dosis. Sedangkan vaksin Astra Zenica masih tersisa 21 vial atau 210 dosis. “Stok vaksin yang ada masih bisa untuk satu atau dua hari kedepan,” kata dia.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Jepara Pratikno mendorong agar vaksinasi anak atau remaja harus segera digenjot. Tujuannya, untuk mengantisipasi penularan Covid-19. Di sisi lain, supaya pembelajaran tatap muka (PTM) dapat segera dimulai.

“Vaksinasi anak-anak ini juga harus jadi fokus pemerintah biar sekolah (tatap muka) dengan protokol yang ketat bisa segera dimulai,” ujar Pratikno.

Menurut Pratikno, vaksinasi Covid-19 remaja usia 12-17 tahun yang notabene usia pelajar SMP itu, dapat dilakukan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Misalnya, vaksinasi dilakukan di sekolah dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Kalau vaksinasi dipabrik saja bisa dilakukan, di sekolah siswa datang ke sekolah dengan protokol ketat kan juga bisa,” tandas Pratikno.

 

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...