Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Cegah Kerumunan, Pembagian Daging Kurban Masjid Wali Jepang Kudus Lewat RT

Masjid Wali di Desa Jepang, Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Masjid Wali Al-Ma’mur Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, tak akan membagikan daging kurban secara langsung di masjid. Proses distribusi daging kurban akan dilewatkan RT masing-masing.

Hal ini dilakukan untuk mencegah kerumunan, sehingga penerapan protokol kesehatan (prokes) bisa terjaga.

“Pembagiannya juga nanti lewat RT masing-masing. masyarakat tidak ada yang datang ke sini,” kata Juru Kunci Masjid Wali Jepang Fatkhur Rokhman Aziz, Senin (19/7/2021).

Selain itu, jumlah hewan yang akan disembelih juga berkurang dari tahun lalu. Sehingga distribusi daging kurban hanya menyasar 20 RT, berkurang dari tahun sebelumnya yang sampai 25 RT.

Rencananya, Selasa (20/7/2021) besok pihak masjid hanya akan menyembelih tiga kerbau dan tiga kambing. Tahun lalu jumlah hewan yang disembelih sebanyak lima kerbau dan lima kambing.

“Memang kami kurangi jumlah hewan kurbannya supaya tenaga yang menyembelih juga tidak terlalu banyak. Sehingga bisa meminimalisir kerumunan,” ujarnya.

Fatkhur Rokhman Aziz melanjutkan, panitia yang membantu penyembelihan juga hanya warga yang dekat dengan masjid. Bagi warga yang sudah berusia lanjut, tidak diperkenankan ikut menyembelih kurban.

Dia menjelaskan kegiatan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban juga sudah mendapatkan kesepakatan dari Pemerintah Desa (Pemdes) Jepang.

“Kegiatan penyembelihan hewan kurban besok itu sesuai kontrol penuh dari Pemdes Jepang. Beberapa pihak Pemdes Jepang juga kebetulan ada di kepengurusan masjid,” sambungnya.

Baca: Masjid Wali Jepang Kudus Tetap Selenggarakan Salat Iduladha, Pengurus: Pastikan Tetap Prokes

Tempat penyembelihan juga diatur, yakni di halaman masjid, di luar area halaman masjid, dan di sebelah barat masjid.

Tak hanya itu, Fatkhur juga berupaya penyembelihan hewan kurban bisa selesai sebelum waktu zuhur. Sehingga tidak terlalu lama terjadi kerumunan.

Sementara itu, Camat Mejobo Mohammad Fitrianto memberikan saran agar penyembelihan hewan kurban dilakukan di rumah pemotongan hewan. Namun, menurutnya beberapa masjid di Kecamatan Mejobo sudah menyepakati untuk menyembelih di masjid.

“Akhirnya kami terpaksa mengarahkan proses penyembelihan hanya boleh dilakukan oleh panitia. Kemudian dagingnya diantar ke rumah warga. Jangan masyarakat yang datang mengambil,” terangnya.

Selain itu dia mengimbau agar penyembelihan dilakukan di tempat terpisah agar tidak terlalu berkerumun.  Dia berharap masyarakat bisa mentaati prokes, sehingga penularan corona bisa ditekan.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...