Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

DAK Fisik di Pati Baru Terserap 20 Persen dari Alokasi Rp 111 Miliar

Kendaraan melintas di kawasan Alun-alun Pati (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Kabupaten Pati mendapatkan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik tahun anggaran 2021, dari APBN sebesar Rp 111,83 miliar. Dari alokasi tersebut, realisasi anggaran baru mencapai 20 persen. Padahal, idealnya serapan anggaran pada tahap pertama tersebut adalah 25 persen.

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kabupaten Pati Marno mengatakan, realisasi penyerapan DAK Fisik tersebut tercatat hingga Jumat (16//7/2021). Namun, dimungkinkan juga ada penambahan persentase serapan, lantaran data yang masuk selalu bergerak, sesuai dengan laporan yang ada.

Kemudian beberapa bidang yang sudah dilakukan penyerapan adalah bidang kesehatan dan keluarga berencana, pendidikan, lingkungan hidup dan kehutanan, pertanian, kelautan dan perikanan, irigasi, air minum, perumahan dan permukiman, sanitasi, dan bidang jalan.

Meski belum ideal, namun disebutkan jika serapan DAK fisik itu menempati rangking kedua terbanyak di Jawa Tengah.

“Idealnya, serapan untuk tahap pertama ini kan 25 persen. Tetapi untuk Pati sendiri masuk serapan terbesar kedua setelah Kabupaten Boyolali. Sudah cukup baik lah,” katanya, Senin (19/7/2021).

Marno menambahkan, percepatan penyerapan DAK Fisik ini juga sebagai upaya akselerasi penyaluran dan untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kemudian yang paling penting adalah untuk mengurangi dampak penyebaran Covid 19.

“Selama pandemi Covid-19 ini, memang penyaluran tidak bisa berjalan mulus. Dari Pemda sendiri juga menuai berbagai kendala, apalagi konsentrasi saat ini adalah menekan persebaran Covid-19. Sehingga, hal ini menyebabkan sulitnya memenuhi persyaratan penetapan kontrak pekerjaan,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan kondisi seperti ini, pemerintah pusat pun telah memberikan kelonggaran  berupa perpanjangan waktu penyampaian persyaratan. Semula, semua persyaratan perpanjangan kontrak yang sedianya berakhir pada 21 Juli tahun ini, diperpanjang hingga 31 Agustus mendatang.

“Perpanjangan ini diharapkan dapat benar-benar dimanfaatkan oleh Pemda untuk bisa menyelesaikan persyaratan-persyaratan penyaluran DAK Fisik yang belum terpenuhi. Sehingga nantinya seluruh DAK Fisik tidak terjadi gagal salur karena tidak terpenuhinya persyaratan penyaluran,” harapnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...